Sangatta (ANTARA) - Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Agusriansyah Ridwan melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) untuk mengetahui serapan anggaran bantuan keuangan (bankeu) dari Pemerintah Provinsi Kaltim.
"Kunker ini sebagai koordinasi kepada Pemkab Kutim terkait program-program yang masuk anggaran Pemerintah Provinsi Katim," katanya di Sangatta, Kamis.(23/1).
Agusriansyah mengatakan sebagai anggota DPRD Kaltim, dirinya berkomitmen dalam memperjuangkan anggaran-anggaran dari Pemprov Kaltim untuk Pemkab Kutai Timur.
Dia sempat menanyakan hal-hal apa saja dapat diberi penguatan dukungan DPRD Provinsi dalam percepatan pembangunan di Kutim.
Agusriansyah meminta agar pihak Pemkab Kutim membuat usulan yang nantinya disampaikan kepada Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim. Setelah itu, ia akan mengawal usulan tersebut untuk direalisasikan untuk pembangunan di Kutai Timur.
Ia juga menyayangkan kurangnya komunikasi antara pihak Pemkab Kutim dan Pemprov Kaltim. Sehingga anggaran dari Pemerintah Provinsi Kaltim sulit didapatkan, khususnya bantuan keuangan (bankeu).
"Bankeu di Kutim masih kurang, kemungkinan masalah komunikasi belum dibangun dengan baik," tuturnya.
Agusriansyah mengungkapkan Pemprov Kaltim pada tahun anggaran 2024 lalu, memberikan bankeu ke Pemkab Kutim sebesar Rp32,6 miliar.
Menurutnya jika melihat letak demografis Kutim cukup luas, sehingga program-program pembangunan harus merata dan dukungan Pemerintah Provinsi untuk bankeu ditingkatkan.
Sementara itu, Assisten I Pemkab Kutim, Poniso Suryo Renggono menjelaskan ada sekitar 18 OPD Kutim yang belum pernah menyampaikan usulan bankeu ke Pemprov Katim.
Dari pertemuan dengan DPRD Katim tersebut terungkap sehingga ia menginstruksikan setiap OPD untuk menyusun rencana kerja untuk mendapatkan bankeu.
"Inilah yang bisa dilakukan OPD membuat usulan-usulan khususnya untuk bankeu. Usulan tersebut nantinya satu pintu melalui Bappeda Kutim," kata Poniso.