Berau, Kaltim (ANTARA) - Bupati Berau, Kalimantan Timur, Sri Juniarsih Mas memberikan semangat kepada pemerintah desa untuk meningkatkan Indeks Desa Membangun (IDM) dengan tujuan bukan hanya mendongkrak status desa, tapi yang terpenting adalah meningkatkan kesejahteraan warga.
"Di Kabupaten Berau masih ada desa dengan status berkembang yang harus ditingkatkan menjadi desa maju, kemudian yang maju terus ditingkatkan menjadi desa mandiri, yakni dengan memperhatikan tiga aspek pendongkrak IDM," ujar Sri Juniarsih di Berau, Jumat.
Tiga aspek IDM tersebut adalah indeks ketahanan sosial (IKS), indeks ketahanan ekonomi (IKE), dan indeks ketahanan lingkungan (IKL).
Sedangkan jika dirinci per indeks, maka IKS terdiri dari dimensi modal sosial, terdiri atas indikator solidaritas sosial, toleransi, rasa aman, kesejahteraan sosial, lantas dimensi kesehatan, dimensi pendidikan, dan dimensi permukiman.
Untuk IKE terdiri dari dimensi ekonomi dengan indikator keragaman produksi masyarakat desa, tersedia pusat pelayanan perdagangan, distribusi logistik, akses ke lembaga keuangan, lembaga ekonomi, dan keterbukaan wilayah, sedangkan IKL terdiri dari dimensi ekologi dengan indikator kualitas lingkungan, potensi rawan bencana, dan tanggap bencana.
Ia mengatakan, dari 100 desa di Berau yang tersebar pada 13 kecamatan, mengalami perkembangan IDM positif, yakni pada 2023 terdapat 17 desa dengan status mandiri, kemudian pada tahun 2024 naik menjadi 19 desa.
Desa dengan status maju pun mengalami peningkatan, dari 39 desa pada 2023 naik menjadi 42 desa pada 2024. Untuk status berkembang pun berkurang karena sebagian naik menjadi maju, yakni dari 43 desa pada 2023 menjadi 39 pada 2024.
Untuk itu, Bupati terus mendorong semua pihak untuk bersama-sama melakukan intervensi pada desa yang berkembang agar naik menjadi maju, bahkan desa yang sudah maju pun harus diupayakan menjadi mandiri.
Semangat menaikkan IDM juga Bupati sampaikan saat melantik dua penjabat kepala desa (Pj kades) di Berau, dua hari lalu, yakni Pj Kades Tasuk di Kecamatan Gunung Tabur dan Pj Kades Punan Malinau di Kecamatan Segah, meski dua desa tersebut sudah berstatus desa maju, namun ia mendorong agar keduanya bisa mandiri.
"Dana desa harus digunakan untuk program unggulan, pengelolaan keuangan jangan berdasarkan pada keinginan pribadi, tetapi harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sehingga hal ini juga bisa menaikkan IDM. Penggunaan anggaran pun harus berkoordinasi dengan camat," katanya.