Paser (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser menyiapkan anggaran indikatif sebesar Rp3 miliar untuk mendukung pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Skema pembiayaan itu bukan hibah, melainkan berbasis pinjaman yang disalurkan melalui perbankan dengan menyesuaikan kelayakan proposal dari masing-masing koperasi.
"Setiap koperasi wajib menyusun perencanaan bisnis dahulu. Proposal itu kemudian diajukan ke bank, dan apabila dinilai layak, akan diberikan pinjaman," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop) Kabupaten Paser, Yusuf, Sabtu (2/8).
Bank BNI, lanjutnya, telah ditunjuk sebagai mitra utama dalam penyaluran pembiayaan. Namun saat ini, proses penyaluran masih menunggu penyelesaian teknis serta petunjuk dan pola pembiayaan yang sedang dirumuskan bersama.
"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak BNI. Mereka juga masih menunggu petunjuk teknis dan tahapan lebih lanjut," ujar Yusuf.
Sebagai langkah awal penguatan koperasi berbasis desa, Pemkab Paser menargetkan pembangunan unit percontohan KDMP di setiap kecamatan. Desa Pasir Belengkong menjadi lokasi pertama uji coba yang akan dijadikan model replikasi untuk wilayah lain.
“Struktur KDMP di Paser sudah siap seratus persen. Fokus kami sekarang adalah menjalankan model percontohan di desa-desa. Targetnya, minimal satu contoh KDMP di tiap kecamatan, yang kemudian akan diduplikasi ke koperasi Merah Putih lainnya,” kata Yusuf.
Program itu sejalan dengan rencana Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang juga mendorong pembangunan contoh serupa di sejumlah kabupaten dan kota lainnya.
Dengan keberadaan contoh KDMP, koperasi diharapkan segera beroperasi secara nyata dalam menyalurkan kebutuhan pokok seperti sembako, pupuk, dan obat-obatan langsung kepada masyarakat desa. (ADV)
