Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral menyalurkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya - Alat Penyalur Daya Listrik (PLTS APDAL) ke Desa Labuangkallo, Kabupaten Paser, guna mengakhiri keterbatasan akses penerangan di wilayah pesisir terisolir tersebut.
"Penyaluran 40 unit PLTS APDAL ini adalah upaya kami memastikan seluruh warga Kaltim, termasuk di kawasan yang sulit dijangkau, mendapatkan hak dasar berupa energi listrik yang memadai," ujar Kepala Dinas ESDM Kaltim Bambang Arwanto di Samarinda, Senin.
Disampaikan Bambang, desa yang berada di Kecamatan Tanjung Harapan ini memiliki tantangan geografis karena terletak di kawasan tambak dan hanya dapat diakses menggunakan perahu khusus menyusuri hutan bakau selama 15 menit.
Sebelum bantuan ini datang, Bambang mengungkapkan bahwa warga setempat menjalani kehidupan malam hari hanya dengan penerangan seadanya dari lampu sumbu, pelita, maupun obor.
"Realisasi bantuan ini merupakan implementasi dari program Jospol Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim yang berkomitmen meratakan infrastruktur dasar hingga ke pelosok desa," kata Bambang.
Setiap unit Alat Penyalur Daya Listrik (APDAL) yang diserahkan memiliki spesifikasi teknologi panel surya berkapasitas 400 watt peak (wp) yang didukung daya simpan baterai sebesar 1000 watt hour (wh).
Kapasitas daya tersebut dinilai dinilai pihaknya menunjang kebutuhan primer rumah tangga, mulai dari penerangan hingga mendukung aktivitas produktif keluarga di malam hari.
"Kehadiran listrik berbasis energi baru terbarukan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang selama ini terbatas oleh minimnya infrastruktur energi," kata Bambang.
