Samarinda (ANTARA) - Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Timur mendampingi warga Benua Etam mengoptimalkan pengelolaan limbah ternak menjadi sumber energi terbarukan melalui teknologi biogas.

"Sebagai wujud komitmen pemerintah dalam pemerataan energi, kami telah memfasilitasi pembangunan sebanyak 575 unit reaktor biogas bagi rumah tangga peternak yang tersebar di berbagai kabupaten," kata Kepala Dinas ESDM Kaltim Bambang Arwanto di Samarinda, Selasa.

Bambang mengatakan program itu dirancang sebagai upaya ketahanan energi sekaligus mendongkrak kesejahteraan ekonomi keluarga warga Kalimantan Timur.

Salah satu penerima manfaat langsung dari program ini adalah Kelompok Tani Japa Maju di Desa Krayan Makmur, Kabupaten Paser, yang diketuai oleh Sukiyem.

"Kehadiran instalasi biogas disambut antusias oleh ibu-ibu rumah tangga karena membantu aktivitas memasak tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pasokan gas konvensional," katanya.

Inovasi energi bersih itu juga menjadi solusi ketika terjadi kelangkaan gas elpiji tiga kilogram di tingkat pengecer.

"Dampak penghematan biaya rumah tangga pun langsung terasa. Warga yang biasanya menghabiskan empat tabung elpiji per bulan kini cukup menyisakan satu tabung sebagai cadangan darurat," ujar Bambang.

Baca juga: Di Samboja, bisa memasak kopi dengan energi baru kotoran sapi

Guna menjamin keberlanjutan program ratusan unit biogas yang telah disalurkan ke kelompok peternak, pemerintah daerah rutin memberikan pelatihan teknis perawatan instalasi dan manajemen pemanfaatan limbah kepada anggota kelompok.

Kepala Desa Krayan Makmur Akhmad menjelaskan bahwa teknologi itu sangat efisien karena hanya dengan memelihara satu sapi, warga mampu memproduksi gas secara maksimal selama disiplin merawat ternak.

Dia memaparkan seluruh kebutuhan bahan bakar untuk memasak sehari-hari kini dapat dipenuhi secara gratis dari gas metana yang dihasilkan oleh instalasi biogas di pekarangan rumah warga.

Selain menghasilkan energi panas, proses fermentasi limbah ternak juga menghasilkan produk sampingan berupa pupuk cair organik yang sangat ampuh menyuburkan tanaman sawit dan sayur-mayur.

Nilai ekonomi pupuk cair menjanjikan dengan harga jual Rp2.000 per liter. Nilai itu memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga pemilik ternak hingga lebih dari Rp500.000 setiap bulan.

Baca juga: Kaltim optimalkan potensi PLTS dan biogas untuk energi bersih



Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Imam Santoso

COPYRIGHT © ANTARA 2026