Balikpapan (ANTARA) - Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Kalimantan Timur, selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) melayani 360.328 penumpang baik untuk keberangkatan maupun kedatangan.
General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, R. Iwan Winaya Mahdar di Balikpapan, Selasa, menjelaskan bahwa capaian ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat di pengujung tahun.
"Terdapat 360.328 penumpang yang terlayani melalui Bandara Internasional SAMS Sepinggan Balikpapan selama periode posko berlangsung," ujar Iwan.
Menariknya, Iwan mengungkapkan bahwa tingkat pemulihanjumlah penumpang saat ini telah mencapai 105 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2019.
Hal ini menandakan bahwa volume lalu lintas udara di Balikpapan telah melampaui kondisi normal sebelum pandemi COVID-19 melanda dunia.
Namun, jika disandingkan dengan realisasi tahun 2024, angka tahun ini menunjukkan penurunan tipis sebesar 8,2 persen.
Iwan tidak merinci penyebab penurunan tersebut, namun fluktuasi ini dianggap masih dalam batas wajar mengingat dinamika industri penerbangan saat ini.
Iwan mengungkapkan berdasarkan data bandara menunjukkan puncak arus mudik Nataru terjadi pada Senin (22/12) dengan jumlah penumpang mendekati angka 19.000 orang dalam satu hari.
Sementara itu, puncak arus balik terjadi pada Minggu, 4 Januari 2026, dengan jumlah mencapai sekitar 17.000 penumpang.
Di sisi lain, operasional penerbangan tahun ini sempat terkendala faktor alam. Tercatat sebanyak 18 penerbangan mengalami gangguan akibat cuaca buruk, yang memaksa pilot melakukan pengalihan rute (divert) atau kembali ke bandara asal (return to base) demi keselamatan.
Iwan menambahkan dengan melandainya arus penumpang, Posko Terpadu Nataru di Bandara SAMS Sepinggan secara resmi telah ditutup.
Keberadaan posko ini sebelumnya berfungsi untuk memastikan kelancaran, keamanan dan kenyamanan pengguna jasa bandara selama masa puncak liburan.
Meskipun posko telah berakhir, pihak bandara mengimbau penumpang untuk tetap memperhatikan jadwal penerbangan dan datang lebih awal ke bandara guna menghindari antrean, mengingat aktivitas penerbangan masih tetap tinggi di minggu pertama Januari ini.
