Balikpapan (ANTARA) - PT Angkasa Pura Indonesia memberikan proyeksi total terdapat 313.170 pemudik yang melewati Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan dalam musim Lebaran tahun ini, mengalami kenaikan ketimbang Lebaran 2025.
"Jumlah sebanyak 313.170 penumpang ini mengalami kenaikan 2 persen dibanding Lebaran 2025. Ada pemulihan 105,41 persen dari kondisi sebelum wabah COVID-19 pada 2019 hingga 2022," ujar General Manager Angkasa Pura Bandara SAMS Sepinggan R Iwan Winaya Mahdar, di Balikpapan, Minggu.
Selain jumlah penumpang yang terjadi kenaikan, jumlah kedatangan dan keberangkatan pesawat atau yang sering disebut pergerakan pesawat, juga diperkirakan meningkat, yakni Bandara Sepinggan diperkirakan terjadi 2.677 kali pergerakan pesawat dalam kurun waktu 13 Maret hingga 30 Maret 2026.
Dalam periode Idul Fitri 1447 Hijriah ini, lanjut ia, puncak arus mudik di bandara tersebut diprediksi terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026, sementara puncak arus balik diprediksi pada Sabtu, 28 Maret 2026.
Ia juga menyebut bahwa sebagai upaya mempertahankan kualitas layanan menghadapi lonjakan jumlah penumpang dan pergerakan pesawat, maka Angkasa Pura Sepinggan menjalin koordinasi lebih erat dengan para pihak yang berwenang di Bandara.
Sejumlah pihak tersebut adalah Otoritas Bandara Kementerian Perhubungan, aparat keamanan baik TNI maupun Polri, navigasi penerbangan atau AirNav, semua maskapai, hingga para penyedia layanan darat (ground handling).
Untuk memudahkan koordinasi dengan para pihak tersebut, Angkasa Pura Sepinggan membuka pos koordinasi di Terminal Keberangkatan hingga 30 Maret 2026.
Angkasa Pura juga melakukan antisipasi kepadatan penumpang di terminal dengan membuka kembali jalur pendaftaran penumpang dan bagasi (check in) di sisi timur terminal keberangkatan, penyesuaian alur penumpang, penguatan layanan informasi, dan koordinasi intensif dengan maskapai terkait dengan jadwal penerbangan.
Iwan Mahdar juga mengimbau calon penumpang untuk memantau informasi penerbangan secara berkala saat menjelang keberangkatan dan kemudian datang lebih awal ke bandara, terutama pada hari-hari puncak kepadatan penumpang.
"Kalau datang lebih awal, biasanya lebih tenang. Bisa dilayani duluan, dan terhindar dari antrean panjang di depan meja check in," ujar Iwan.
