Penajam Paser Utara (ANTARA) - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mendampingi pelaku usaha lokal di wilayah delineasi ibu kota baru Indonesia agar tidak menjadi penonton seiring pembangunan dan perkembangan IKN di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

"Pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan ekonomi kreatif lokal terus didampingi sampai bisa menjadi pemain, bukan hanya penonton,” ujar Direktur Ekonomi Kreatif Otorita IKN, Muhsin Pahlirungi ketika ditanya mengenai pemberdayaan usaha lokal di Sepaku, Penajam Paser Utara, Selasa.

Pelatihan dan pendampingan diberikan agar pelaku UMKM dan ekonomi kreatif lokal mampu tumbuh bersama perkembangan ibu kota baru Indonesia, meningkatkan kualitas produk dan kemampuan, khususnya dalam mengelola dan memasarkan produk secara lebih luas.

Otorita IKN terus berupaya meningkatkan sumber daya manusia, dan juga terus komitmen mengambil peran dalam membangun sumber daya manusia, termasuk para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif agar kapasitas kian meningkat.

Pembangunan IKN tidak hanya bertumpu pada infrastruktur, kata Muhsin Pahlirungi, tetapi juga pada penguatan kapasitas sumber daya manusia, termasuk para pelaku ekonomi kreatif.

Baca juga: Otorita IKN bantu kemandirian ekonomi masyarakat lokal

Otorita IKN kolaborasi dengan Bank Indonesia memberikan bekal kepada pelaku UMKM dan ekonomi kreatif keterampilan di dunia usaha melalui pemasaran digital dan transaksi non-tunai agar mampu beradaptasi dengan perkembangan transaksi dan pemasaran digital.

Kemudian, dibekali mengenai pembayaran digital menggunakan QRIS, pencatatan keuangan, hingga pemasaran produk melalui pasar dalam jaringan (daring/online) atau platform digital (marketplace) dan media sosial.

Bank Indonesia (BI) telah menerapkan inovasi di sistem pembayaran melalui QRIS, jelas Sekretariat Kerja Bersama (SKB) BI IKN, Aswin Gantina, semua pembayaran atau transaksi pelaku usaha bisa dilakukan menggunakan QRIS.

"Tidak perlu lagi menggunakan uang tunai, dengan QRIS banyak keuntungan seperti menghindari uang palsu, pencatatan menjadi jauh lebih rapi, serta kekinian,” tambahnya.

Transformasi digital menjadi bagian penting dalam mendukung visi IKN sebagai kota yang maju dan modern, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif diharapkan mampu memperluas pasar melalui platform digital, demikian Aswin Gantina.

Baca juga: Banyak keluhan biaya admin lokapasar ke Menteri UMKM



Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan
Editor : Imam Santoso

COPYRIGHT © ANTARA 2026