Balikpapan (ANTARA) - Jumlah pekerja di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berada pada kisaran 10.000 orang baik pegawai otorita maupun pekerja konstruksi dan lainnya, turut berpengaruh pada lonjakan penumpang di Bandara Internasional Balikpapan pada mudik Lebaran musim ini.
"Berdasarkan perhitungan dan analisa yang kami lakukan, total akan ada 313.170 pemudik yang melewati Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan di musim Lebaran tahun ini," ujar GM Angkasa Pura Bandara SAMS Sepinggan R Iwan Winaya Mahdar, di Balikpapan, Senin.
Jumlah sebanyak 313.170 penumpang ini mengalami kenaikan 2 persen dibanding Lebaran 2025, sesuai dengan adanya peningkatan mobilitas masyarakat dan pekerja di Balikpapan, di kawasan inti IKN, dan daerah sekitarnya.
Setidaknya terdapat 10.000 orang tinggal maupun berada di IKN pada 2025, rinciannya adalah pekerja konstruksi sekira 7.800 orang, ASN Otorita IKN 1.170 orang, dan sisanya pekerja IKN yang tinggal di seputar IKN.
Dari jumlah ini, sebagian dari mereka akan pulang kampung ke daerah masing-masing yang sebagian bahkan sudah memesan tiket pesawat melalui Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, sehingga jumlah penumpang di Lebaran ini diproyeksi naik.
Baca juga: OIKN dan BI perkuat literasi ekonomi saat Safari Ramadhan
Berdasarkan tren dua tahun terakhir, lanjutnya, pergerakan penumpang pada masa angkutan Lebaran di Bandara Sepinggan diperkirakan berada di kisaran 20 ribu sampai 22 ribu penumpang per hari. Jumlah itu mengikuti pola puncak arus mudik dan balik libur Idul Fitri pada 2024–2025.
"Untuk itu kami mengantisipasi lonjakan penumpang pada masa libur Lebaran 2026 ini dengan penguatan keamanan dan layanan dalam fasilitas terminal, navigasi penerbangan, hingga koordinasi lintas instansi, guna memastikan peningkatan volume penerbangan dan kepadatan terminal tetap terukur," katanya.
Ia menyebut bahwa koordinasi lintas sektor merupakan kunci penyelenggaraan angkutan udara yang aman, lancar, dan nyaman, karena peningkatan pergerakan penumpang menuntut langkah antisipatif koordinasi solid antar-pihak.
Selain itu, pihaknya juga fokus pada beberapa hal seperti optimalisasi fasilitas terminal dan apron, manajemen slot time pergerakan pesawat, pengendalian antrean di area check-in, penanganan bagasi, serta kesiapan personel keamanan menghadapi potensi cuaca ekstrem, dilakukan kerja sama dengan Badan Meteorologi dan Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Balikpapan.
Baca juga: Kabupaten Penajam siapkan posko pantau jalur tol IKN saat mudik Lebaran
Pewarta: M.GhofarEditor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026