Penajam Paser Utara (ANTARA) - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama Bank Indonesia (BI) melakukan upaya penguatan literasi ekonomi masyarakat di kawasan ibu kota negara baru Indonesia di Provinsi Kalimantan Timur, saat pelaksanaan Safari Ramadhan 2026.
"Kolaborasi bersama BI terus mendorong penguatan literasi ekonomi masyarakat," ujar Deputi Bidang Sosial, Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN Alimuddin ketika ditanya menyangkut kegiatan yang dilakukan bersama BI itu di Sepaku, Penajam Paser Utara, Sabtu.
Literasi ekonomi itu diharapkan juga membangun kebiasaan konsumsi yang lebih bijak, lanjutnya, sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan ekonomi masyarakat di kawasan IKN.
Menurut dia, sosialisasi belanja bijak dilaksanakan di sejumlah masjid di sekitar kawasan IKN sebagai bagian dari upaya memperluas literasi ekonomi masyarakat terkait pola konsumsi yang lebih bijak dan berkelanjutan.
"Safari Ramadhan dan berbuka puasa bersama, juga dirangkai upaya mendorong perilaku konsumsi bijak di tengah masyarakat," kata Alimuddin.
"Kegiatan bagian dari upaya menjaga stabilitas harga, terutama selama Ramadhan hingga Idul Fitri," kata Kepala Sekretariat Kerja Bersama Bank Indonesia IKN Rawindra Ardiansah menambahkan.
Kegiatan sosialisasi yang dilakukan juga salah satu langkah BI menjaga inflasi, ujar dia, belanja bijak adalah belanja yang tidak mengikuti hawa nafsu, yakni berbelanja sesuai kebutuhan.
Peningkatan konsumsi saat hari besar keagamaan sering kali memicu perilaku belanja berlebih yang dapat berdampak pada kenaikan harga barang.
"Saat hari besar keagamaan terjadi belanja panik, contoh, yang biasanya membeli dua kilogram beras menjadi empat kilogram, jadi masyarakat lain yang tidak kebagian,” kata Rawindra Ardiansah.
Kegiatan yang diadakan Otorita IKN dan BI sangat bermanfaat bagi masyarakat, menurut Partini, yang merupakan warga Kecamatan Sepaku lainnya. Selain mendapatkan siraman rohani, juga mendapatkan ilmu tentang belanja secara cermat.
Setelah mendengarkan sosialisasi dari BI terkait ekonomi tersebut, ia mengaku menjadi lebih memahami mengapa harus belanja bijak dan menerapkan di kehidupan sehari-hari.
Pewarta: Nyaman Bagus PurwaniawanEditor : M.Ghofar
COPYRIGHT © ANTARA 2026