Penajam Paser Utara, Kalimanta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, melakukan komunikasi dan koordinasi intensif dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terkait penataan wilayah kabupaten sebagai daerah asal, terdekat serta minta dan penyangga ibu kota negara baru Indonesia itu.
"Koordinasi dan komunikasi dilakukan dengan berbagi pihak, termasuk IKN terkait rencana penataan wilayah," ujar Asisten I Bagian Pemerintahan Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara Nicko Herlambang, Jumat, ketika ditanya menyangkut penataan wilayah setelah Kecamatan Sepaku masuk IKN di Penajam.
Komunikasi dan koordinasi dilakukan karena sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, lanjut dia, memiliki keterkaitan langsung pengembangan kawasan IKN sebagai ibu kota negara baru Indonesia.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara terus fokus mempercepat penyelesaian tapak batas desa dan kelurahan agar seluruh wilayah memiliki batas yang jelas dan disepakati untuk melakukan pemekaran kecamatan.
Baca juga: Wisman asal Taiwan ingin tinggal di IKN
Batas wilayah dibutuhkan agar tidak mempersulit pengambilan keputusan, terutama dalam penentuan administrasi desa dan kelurahan yang akan masuk dalam wilayah kecamatan baru.
"Batas wilayah sangat penting sebelum sebagian wilayah diserahkan atau diatur lebih lanjut dalam konteks pengembangan kawasan IKN," jelasnya.
Penetapan batas desa dan kelurahan menjadi syarat penting sebelum pembentukan wilayah baru dilakukan, timpal dia lagi agar tidak menimbulkan persoalan jangka panjang dalam pengelolaan pemerintahan maupun pembangunan daerah.
Posisi Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai mitra utama pengembangan kawasan penyangga, infrastruktur konektivitas serta dukungan sosial dan ekonomi.
Kabupaten yang dikenal Benuo Taka itu siap menjadi bagian yang aktif dan strategis dalam mendukung IKN sebagai wajah baru Indonesia, demikian Nicko Herlambang.
Baca juga: 143.126 orang padati IKN untuk wisata Lebaran 2026
Pewarta: Nyaman Bagus PurwaniawanEditor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026