Balikpapan (ANTARA) - Jumlah penumpang arus balik di Bandara Sepinggan Balikpapan selama masa Idul Fitri 1447 Hijriah lebih banyak ketimbang yang mudik.
General Manager (GM) PT Angkasa Pura selaku pengelola Bandara Sepinggan, R Iwan W Mahdar, Senin, menjelaskan bahwa sebanyak 290 ribu lebih penumpang tercatat berangkat dan tiba dengan pergerakan penumpang tercatat sejak 13 hingga 30 Maret 2026.
Puncak arus mudik terjadi pada 14 Maret 2026 dengan 137 pergerakan pesawat dan 19.341 penumpang. Kemudian, puncak arus balik pada 28 Maret 2026 mencatatkan 146 pergerakan pesawat dengan jumlah penumpang mencapai 21.509 orang.
“Jadi jumlah penumpang datang lebih banyak daripada yang mudik kemarin,” terang GM Iwan.
Ia juga menambahkan, bahwa jumlah total 290.892 penumpang tersebut meningkat 0,8 persen dibanding masa mudik dan arus balik Idul Fitri 1446 Hijriyah di April 2025.
Kemudian, lima rute dengan pergerakan penumpang terbesar selama masa mudik dan balik adalah Jakarta, Surabaya, Makassar, Yogyakarta, dan Tarakan.
GM Iwan menyebut jumlah penumpang masih berpotensi bertambah hingga 4 April 2026 karena sebagian masyarakat memilih kembali setelah masa libur Lebaran berakhir.
Secara umum, pola pergerakan penumpang pada masa Lebaran tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana rute-rute besar seperti Jakarta dan Surabaya tetap menjadi tujuan utama karena konektivitas dan efisiensi penerbangan.
Namun, peningkatan pada arus balik menunjukkan adanya pergeseran waktu kepulangan masyarakat yang lebih merata, terutama setelah libur resmi selesai. Kondisi ini turut mempengaruhi distribusi kepadatan di terminal dan jadwal penerbangan.

Iwan menambahkan bahwa selama periode layanan Lebaran, seluruh fasilitas terminal berfungsi optimal. Mulai dari area check-in, ruang tunggu, konter informasi, hingga fasilitas pendukung seperti pengaturan bagasi dan layanan keamanan.
“Tidak ada insiden signifikan yang mengganggu operasional penerbangan. Semua berjalan sesuai standar pelayanan,” ujarnya.
Ia mengatakan manajemen akan melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan layanan Lebaran tahun ini, termasuk pola pergerakan penumpang dan koordinasi antarinstansi, untuk persiapan menghadapi periode libur nasional berikutnya. ***
