Samarinda (ANTARA) - Provinsi Kalimantan Timur berhasil meraih peringkat pertama tingkat nasional untuk angka partisipasi kasar (APK) jenjang pendidikan menengah dengan capaian fantastis sebesar 99,59 persen.
"Pencapaian luar biasa ini merupakan bukti nyata komitmen kuat pemerintah provinsi dalam mewujudkan pemerataan pendidikan," kata Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim Armin di Samarinda, Minggu.
Armin mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut membuktikan bahwa hampir seluruh anak usia sekolah menengah di wilayah Benua Etam kini telah mendapatkan hak akses pendidikan secara maksimal.
"Posisi puncak ini mengungguli dua provinsi hebat lainnya yang selama ini konsisten berada di papan atas yakni Daerah Istimewa Yogyakarta dan Aceh," kata Armin.
Dia menjelaskan bahwa capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras bersama antara guru, orang tua, dan berbagai terobosan program pemerintah daerah, terutama Gratispol Pendidikan.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur secara konsisten terus melakukan upaya intervensi agar tidak ada lagi anak di wilayahnya yang terpaksa putus sekolah.
Baca juga: Mahasiswa KKN diarahkan bantu atasi sampah
"Pemerataan akses pendidikan ini sekaligus menjadi langkah untuk membuka jalan bagi generasi muda setempat menuju masa depan yang jauh lebih cerah," cakap Armin.
Tingginya partisipasi sekolah ini, menurut dia, juga menjadi indikator kesiapan sumber daya manusia Kalimantan Timur untuk bersaing secara kompetitif di level global.
Sebagai perbandingan, rata-rata pencapaian nasional dalam perluasan akses pendidikan menengah di Indonesia saat ini tercatat baru menyentuh angka 89,53 persen.
Capaian Kalimantan Timur yang melampaui rata-rata nasional ini diharapkan Armin mampu menjadi inspirasi dan pemacu semangat bagi wilayah lain.
Ke depan, fokus pemerintah daerah akan terus didorong tidak hanya pada perluasan kuantitas akses melainkan juga menyentuh peningkatan mutu dan kualitas pembelajaran.
Disdikbud Kaltim mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan semangat pendidikan bagi anak demi menciptakan generasi penerus unggul yang tangguh dan berdaya saing.
"Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui jalur pendidikan yang merata merupakan pondasi paling utama dalam menyongsong visi besar terwujudnya Indonesia Emas 2045," demikian Armin.
Baca juga: Pemprov Kaltim evaluasi kuliah gratis menjangkau 24 ribu mahasiswa
