Ancaman inflasi dapat terjadi sewaktu-waktu
Penajam Paser Utara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, mewaspadai laju inflasi yang dipengaruhi cuaca ekstrem dengan menyusun langkah strategis menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan pangan.
"Ancaman inflasi dapat terjadi sewaktu-waktu," ujar Bupati Penajam Paser Utara Mudyat Noor ketika ditanya mengenai pengendalian inflasi di Penajam, Kamis.
Inflasi dapat terjadi, lanjut dia, terutama akibat gangguan produksi dan distribusi pangan yang dipengaruhi cuaca ekstrem maupun dinamika global.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Penajam Paser Utara mencatat inflasi 2,10 persen pada April 2026 atau turun dibanding inflasi pada Maret 2026 yang mencapai 3,33 persen.
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TIPD) Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara melakukan pemantauan komoditas strategis sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan distribusi pangan tetap berjalan lancar.
Kemudian juga memperkuat ketahanan pangan sebagai langkah jangka panjang, melalui pemanfaatan lahan pekarangan, penguatan cadangan pangan, serta pemberdayaan kelompok tani dan pelaku usaha pangan lokal.
Ketahanan pangan harus dibangun, jelas dia, produktivitas pertanian dan kesiapan distribusi menjadi kunci agar masyarakat tidak terdampak gejolak harga.
Pengendalian inflasi tidak hanya harga, tetapi memastikan barang tersedia di masyarakat, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara melakukan gerakan pangan murah, operasi pasar, dan pengawasan distribusi terus dilakukan secara berkelanjutan.
"Stabilitas inflasi tidak hanya ditentukan pengawasan harga, tapi juga bergantung kelancaran distribusi dan ketersediaan bahan pangan di masyarakat," katanya.
Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Kukmperindag) dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Penajam Paser Utara rutin memantau kondisi pasar, dan jalur distribusi komoditas penting di masyarakat.
Pemerintah kabupaten juga menjalin kerja sama antardaerah yang menjadi kunci agar langkah intervensi pasar lebih cepat dan tepat sasaran, demikian Mudyat Noor.
Pewarta: Nyaman Bagus PurwaniawanEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026