Sebagian petambak berapa tahun terakhir mulai memilih budi daya rumput laut gracilaria
Penajam Paser Utara (ANTARA) - Sedikitnya 6.000 hektare tambak produktif di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur, sebagian besar ditanami rumput laut rumput laut gracilaria atau sango-sango yang mampu menghasilkan kisaran 9.000 ton per tahun rumput laut jenis itu.
"Sebagian petambak berapa tahun terakhir mulai memilih budi daya rumput laut gracilaria," ujar Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara Andi Trasodiharto ketika ditanya potensi tambak di Penajam, Selasa.
Terdata sekitar 6.000 hektare tambak produktif, sebagian besar telah digunakan untuk budi daya rumput laut gracilaria, lanjut dia, terutama di wilayah Kecamatan Babulu dan Kecamatan Penajam.
Hasil produksi rumput laut gracilaria itu dapat mendukung rencana pemerintah pusat untuk pembangunan hilirisasi rumput laut, kata dia, diharapkan Kabupaten Penajam Paser Utara menjadi salah satu sasaran program hilirisasi rumput laut.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara membuka ruang bagi penanaman modal atau investor untuk membangun pabrik pengolahan rumput laut karena potensi cukup besar untuk pengembangan budidaya rumput laut.
"Minimal ada pabrik pengolahan rumput laut skala industri bahan baku setengah jadi," katanya.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara juga bakal menghidupkan kembali budi daya rumput laut cottoni di wilayah pesisir, dengan memberikan bantuan bibit unggul.
Potensi cukup besar untuk peningkatan hasil produksi rumput laut gracilaria dan cottoni, menurut dia, keberadaan pabrik pengolahan rumput laut dapat menjaga kestabilan harga.
Kehadiran pabrik pengolahan rumput laut juga dapat menumbuhkan perekonomian petambak dan membuka peluang pekerjaan, sehingga perputaran ekonomi di masyarakat bergerak, demikian Andi Trasodiharto.
Pewarta: Nyaman Bagus PurwaniawanEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026