Pemerintah kota juga terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif. Kebijakan tersebut bertujuan untuk menarik minat para pengusaha logistik membangun pusat distribusi di Kota Minyak

Balikpapan (ANTARA) - Pemerintah Kota Balikpapan mendorong optimalisasi pemanfaatan jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II di Selat Makassar guna memperkuat posisi daerah sebagai pusat logistik utama pendukung Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Balikpapan memiliki keunggulan geografis dengan pelabuhan internasional aktif yang langsung berhadapan dengan ALKI II. Kapal-kapal besar bisa langsung masuk ke sini, sehingga peran pelabuhan kita sangat krusial dalam mendukung distribusi logistik, baik untuk kebutuhan IKN maupun wilayah Kalimantan secara umum,” kata Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud di Balikpapan, Rabu (20/5).

Rahmad mengemukakan, posisi strategis ini harus mampu dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh pemangku kepentingan. Langkah tersebut bertujuan agar pertumbuhan ekonomi kawasan memberikan dampak nyata bagi masyarakat lokal.

Sektor kepelabuhanan dan logistik, kata Rahmad, akan menjadi mesin penggerak ekonomi utama Balikpapan dalam beberapa tahun ke depan. Tren positif ini berjalan seiring dengan masifnya pembangunan infrastruktur di ibu kota baru.

Ia menerangkan, saat ini sebagian besar distribusi barang nasional masih bergantung pada transportasi laut. Berdasarkan data berkas, sekitar 90 persen pergerakan logistik dilakukan menggunakan kapal kontainer.

Wali Kota menambahkan, keberadaan Pelabuhan Kariangau Terminal (KKT) dan Pelabuhan Semayang menjadi aset vital daerah. Pemerintah kota terus mengembangkan kapasitas kedua pelabuhan untuk menampung lonjakan volume barang.

Ia menjelaskan, penyiapan strategi matang ini dilakukan agar masyarakat Balikpapan tidak hanya menjadi penonton. Pemkot Balikpapan berkomitmen agar warga lokal ikut merayakan pesatnya perkembangan ekonomi dampak kehadiran IKN.

"Pemerintah kota juga terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif. Kebijakan tersebut bertujuan untuk menarik minat para pengusaha logistik membangun pusat distribusi di Kota Minyak," ungkap Rahmad.

Menurut Rahmad, sinergi antara pemerintah daerah, otoritas pelabuhan, dan sektor swasta terus diperkuat. Kerja sama ini dilakukan guna memastikan kesiapan infrastruktur pendukung di darat maupun di laut.

Ia menegaskan, integrasi jalur laut ALKI II diharapkan dapat memangkas biaya logistik secara signifikan. Selain memotong biaya, optimalisasi jalur maritim ini juga mampu mempercepat waktu pengiriman barang ke pusat ekonomi.

Pemerintah kota meyakini bahwa dengan optimalisasi konektivitas maritim, Balikpapan akan semakin kokoh. Kota Beriman diproyeksikan menjadi beranda depan sekaligus pintu gerbang utama logistik di Kalimantan.

"Kontainer pasti lewat kapal, bukan pesawat. Oleh karena itu, kesiapan pelabuhan kita adalah kunci dalam memenangkan peluang ekonomi dari pembangunan IKN ini," demikian Rahmad Mas'ud. (Adv/Diskominfo Balikpapan)
 



Pewarta: Ahmad
Editor : M.Ghofar

COPYRIGHT © ANTARA 2026