Kami terus mendorong keberadaan koperasi tidak hanya berdiri secara fisik, tetapi benar-benar dikelola secara profesional dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kampung dan di kelurahan

Berau, Kaltim (ANTARA) - Kabupaten Berau, Kalimantan Timur memperkuat ekonomi kampung dan kelurahan melalui beragam unit usaha Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih yang dijalankan mulai dari perdagangan, pertanian, perkebunan, perikanan, pariwisata, dan lainnya.

"Kami terus mendorong keberadaan koperasi tidak hanya berdiri secara fisik, tetapi benar-benar dikelola secara profesional dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kampung dan di kelurahan," ujar Bupati Berau Sri Juniarsih Mas di Berau, Kamis.

Dari 100 kampung dan 10 kelurahan yang tersebar pada 13 kecamatan di Berau, semua sudah memiliki kopdeskel. Totalnya ada 109 Kopdeskel Merah Putih karena ada dua kampung yang digabung menjadi satu koperasi, yakni Kampung Batu Rajang dan Kampung Siduung Indah.

Hingga pertengahan Mei ini jumlah koperasi yang sudah beroperasi penuh sebanyak 42 unit, operasi terbatas atau percobaan ada 58 unit, dan terdapat 9 unit sedang proses pembangunan fisik yang direncanakan untuk menjalankan berbagai usaha.

Dari koperasi yang sudah beroperasi penuh, percobaan, dan persiapan itu, sejumlah usaha yang dijalankan meliputi perdagangan umum dan sembako menjadi yang terbanyak atau terdapat 38 unit baik berupa grosir kebutuhan pokok, alat tulis, barang harian, penyalur pupuk hingga bibit pertanian.

Kemudian usaha pertanian, perkebunan, dan hasil bumi ada 29 unit meliputi usaha kelapa sawit, lada, pisang, jagung, pengolahan hasil panen, hingga penampungan gabah dan karet.

Usaha subsektor perikanan dan kelautan ada 18 unit, terutama Koperasi Merah Putih yang berada di kawasan pesisir atau kepulauan, yakni berupa penangkapan ikan hingga pengolahan ikan asin, udang, kerang, yang kemudian dipasok ke pasar Tanjung Redeb.

Bergerak di bidang pariwisata dan jasa terdapat 12 koperasi, terutama kampung yang tersebar di Pulau Derawan, Maratua, dan Pulau Kakaban, meliputi usaha jasa pemandu, sewa perahu, penginapan, kerajinan tangan, dan suvenir.

Usaha simpan pinjam ada delapan unit, berupa pinjaman modal usaha warga, simpanan sukarela, pengelola dana bergulir. Usaha peternakan ada empat unit dengan kegiatan ternak sapi, kambing, unggas, telur, dan pakan ternak.

Saat meresmikan Koperasi Merah Putih di Kampung Labanan Jaya pada Sabtu, pekan lalu, bupati juga mengaku bersyukur karena masing-masing koperasi menjalankan usaha sesuai potensi lokal, sehingga hal ini selain mendukung usaha berkelanjutan juga dapat memperkuat ekonomi kampung.

"Melalui Koperasi Merah Putih yang hadir di tiap kampung maupun kelurahan, maka masyarakat tidak hanya menjadi objek, tetapi juga pelaku utama dalam pembangunan di wilayah sendiri," ujar Sri Juniarsih.



Pewarta: M.Ghofar
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026