Berau, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Berau dan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka setempat berkolaborasi menarik kunjungan wisatawan lewat lomba lari "Scout Run 2026" pada Ahad dengan peserta sebanyak 1.272 orang mulai pelajar hingga umum dari berbagai daerah.

Jumlah peserta lari sebanyak 1.272 orang ini berasal dari 46 kabupaten/kota baik di Provinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, maupun beberapa daerah lain di Indonesia.

"Kami beri apresiasi kepada jajaran pengurus Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Berau yang menggelar Scout Run 2026 dengan menghadirkan ribuan peserta di 'Bumi Batiwakkal' ini," ujar Wakil Bupati Berau, Gamalis saat pembukaan lomba lari tersebut di Berau, Kalimantan Timur, Ahad.

Lomba ini, lanjutnya, selain dapat membangkitkan semangat olahraga juga turut mempromosikan pariwisata Kabupaten Berau, karena peserta maupun penonton yang setelah lomba ini, dimungkinkan mengunjungi sejumlah destinasi wisata yang tersebar di Berau.

"Kegiatan semacam ini sangat berdampak terhadap peningkatan kunjungan wisatawan. Terlebih banyak destinasi yang menawarkan keindahan alam baik pesona pantai, bawa laut, kepulauan, hingga wisata hutan, bahkan wisata budaya," katanya.

Gamalis menegaskan komitmen Pemkab Berau terhadap dukungan kepada semua pihak yang berperan aktif dalam berbagai kegiatan di daerah, karena setiap kegiatan yang digelar di Berau juga akan berdampak pada sektor pariwisata dan turunannya.

Sementara Ketua Panitia Pelaksana, Maulidiyah mengatakan bahwa Scout Run 2026 ini merupakan giat yang pertama kali digelar Kwarcab Berau, guna menghadirkan olahraga lari berbasis kepramukaan sekaligus mendukung sport tourism bagi Kabupaten Berau.

"Kami mengucapkan selamat datang kepada para peserta dan pendamping peserta di 'Bumi Batiwakkal' yang miliki banyak destinasi wisata. Mari berolahraga sambil berwisata," ujar Maulidiyah.

Dalam kesempatan ini, Ketua Kwarcab Berau, Syarifatul Syadiah mengatakan bahwa Scout Run merupakan gebrakan baru dari Gerakan Pramuka, karena tidak hanya pertama di Berau, tetapi juga di Provinsi Kaltim.

Syarifatul yang juga Anggota DPRD Provinsi Kaltim ini melanjutkan, penyelenggaraan lomba lari ini dilaksanakan secara mandiri, tanpa menggunakan anggaran daerah karena bersumber dari kontribusi peserta dan dukungan berbagai donatur.

"Lomba ini bukan sekadar ajang olahraga, namun menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan dan menumbuhkan kebersamaan, membentuk generasi muda yang sehat, tangguh, dan berkarakter sesuai dengan nilai-nilai kepramukaan," ujar Syarifatul.



Pewarta: M.Ghofar
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026