Balikpapan (ANTARA) - Pemerintah Kota Balikpapan segera memperluas jaringan kamera pengawas atau closed circuit television (CCTV) hingga ke kawasan pemukiman warga sebagai langkah taktis mengantisipasi potensi aksi pembegalan dan kriminalitas jalanan.
"Insyaallah tahun ini akan dipasang CCTV di berbagai titik di Kota Balikpapan, termasuk gang-gang. Fungsinya untuk membantu deteksi jika terjadi tindak kejahatan," ujar Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud di Balikpapan, Rabu (20/5).
Rahmad menjelaskan, keberadaan CCTV tersebut nantinya dapat membantu aparat kepolisian dalam proses pelacakan dan pengumpulan bukti apabila terjadi insiden kriminal.
Menurutnya, selain memperkuat sistem pembuktian, pengawasan berbasis teknologi ini juga diharapkan mampu memberikan efek pencegahan terhadap potensi niat kejahatan di lingkungan warga.
Pemasangan kamera pengawas tersebut, kata Rahmad diprioritaskan secara bertahap pada titik-titik yang dinilai rawan dan minim aktivitas masyarakat pada malam hari.
"Prioritasnya daerah yang sepi dulu. Yang penting masyarakat tetap waspada dan menjaga diri saat beraktivitas malam," lanjut Rahmad.
Baca juga: Pemkot Balikpapan optimalkan efisiensi birokrasi jaga layanan publik
Sementara itu, terkait maraknya informasi di media sosial, Rahmad menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap riak kriminalitas yang muncul.
Kendati demikian, ia meminta masyarakat untuk bijak dan tidak langsung menggeneralisasi kondisi keamanan kota secara keseluruhan.
"Jangan sampai diopinikan banyak begal. Ini memang ada kejadian, dan sudah kita koordinasikan dengan pihak kepolisian untuk meningkatkan kewaspadaan," tegasnya.
Menurut dia, beberapa kasus kejahatan umumnya terjadi di lokasi yang sepi meskipun fasilitas penerangan jalan umum sebenarnya sudah memadai.
Oleh karena itu, ia mengingatkan warga untuk lebih berhati-hati, terutama saat terpaksa melintas pada jam-jam larut malam.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak bepergian seorang diri ke luar rumah jika tidak ada keperluan yang bersifat mendesak.Aktivitas pada malam hari sebaiknya dilakukan bersama teman atau kerabat guna mengurangi risiko menjadi sasaran kejahatan jalanan.
"Kalau bisa jangan sendiri, minimal berdua atau bertiga. Kalau tidak terlalu penting, lebih baik ditunda," tutur Rahmad Mas'ud. (Adv Diskominfo Balikpapan)
Baca juga: Pemkot Balikpapan apresiasi dedikasi belasan ASN memasuki purna tugas
Pewarta: AhmadEditor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026