Balikpapan (ANTARA) - Dinas Perhubungan Kota Balikpapan mengandalkan teknologi sistem cerdas B-Connect untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas selama masa perbaikan permanen jalan di ruas Jalan Syarifuddin Yoes.

“Kami menggunakan B-Connect agar penyesuaian siklus lampu lalu lintas bisa dilakukan secara real-time sesuai kondisi di lapangan, sehingga potensi penumpukan kendaraan dapat segera diurai melalui pusat komando,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan Muhammad Fadli Fathurrahman di Balikpapan, Kamis.

Lanjut dia, aplikasi B-Connect merupakan instrumen digital utama yang mengintegrasikan kamera CCTV dengan sistem kendali lampu lalu lintas untuk merespons dinamika pergerakan kendaraan secara cepat.

Menurut Fadli, keunggulan sistem ini terletak pada kemampuannya untuk memberikan intervensi durasi lampu hijau lebih lama pada jalur yang mengalami kepadatan tinggi akibat dampak penyempitan jalan.

"Petugas operasional di Command Center Dishub memantau pola arus selama 24 jam untuk memastikan sirkulasi kendaraan pada jalur-jalur alternatif tetap bergerak dinamis dan tidak terkunci," jelasnya.

Dia mengemukakan, sistem cerdas tersebut juga membantu tim teknis dalam memetakan titik-titik krusial yang memerlukan kehadiran personel lapangan secara fisik guna melakukan pengaturan manual.

Baca juga: Perumda Tirta Balikpapan siagakan puluhan tangki hadapi El Nino

Selain penguatan secara digital, Dishub Balikpapan juga menerapkan manajemen rekayasa lalu lintas fisik dengan mengalihkan kendaraan dengan jumlah berat diperbolehkan (JBB) di atas 6 ton selama masa perbaikan jalan.

Lanjut Fadli, kendaraan bertonase besar kini diarahkan melalui Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan MT Haryono guna meminimalkan beban kendaraan di area terdampak.

"Kedua ruas jalan arteri tersebut dipilih karena memiliki kapasitas yang memadai serta telah disesuaikan dengan aturan jam operasional angkutan barang dalam Surat Edaran Wali Kota," katanya.

Dishub juga secara masif memasang perangkat keselamatan jalan seperti water barrier, traffic cone, serta rambu sementara untuk memandu para pengendara yang melintas.

Lebih lanjut, personel gabungan disiagakan secara rutin pada jam sibuk pagi dan sore hari untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan di persimpangan terdampak.

Sosialisasi mengenai rute pengalihan arus ini terus dilakukan melalui berbagai kanal media sosial resmi guna memberikan panduan perjalanan bagi masyarakat luas.

Baca juga: Pemkot Balikpapan komitmen percepat izin pembangunan perumahan MBR

Fadli menegaskan bahwa seluruh skema rekayasa dan pemanfaatan teknologi ini akan terus dievaluasi secara berkala mengikuti perkembangan di lapangan.

Dia menegaskan, langkah penanganan komprehensif ini dilakukan sebagai mitigasi atas pengerjaan permanen pada titik jalan longsor di wilayah tersebut.

"Perbaikan yang dikerjakan BBPJN diperkirakan berlangsung selama tiga bulan karena kondisi geoteknis di titik tersebut memang membutuhkan penanganan struktural yang tidak bisa ditunda," ujar Fadli.

Ia menambahkan, seluruh upaya yang dilakukan Dishub berorientasi pada pengurangan risiko kecelakaan sekaligus menjamin aktivitas mobilitas masyarakat tetap berjalan normal.

"Prinsipnya, kami ingin memastikan keamanan dan kenyamanan warga tetap terjaga meski saat ini sedang dilakukan perbaikan infrastruktur jalan," tutupnya. (Adv Diskominfo Balikpapan)



Pewarta: Ahmad
Editor : Imam Santoso

COPYRIGHT © ANTARA 2026