Balikpapan (ANTARA) - Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud meresmikan pembangunan kawasan usaha Plaza 88, Jumat 8/5 malam. Sebanyak 49 unit rumah toko yang akan dibangun di lahan seluas 8 hektare di seberang Dome di Jalan Ruhui Rahayu itu pun langsung habis terjual.
Plaza 88 dikembangkan oleh Paradise Indonesia, pengembang yang juga memiliki sejumlah proyek serupa di Makassar, Batam, Bali, Yogyakarta, dan Jakarta.
“Minat masyarakat Balikpapan untuk investasi dan pengembangan usaha memang sangat tinggi,” kata CEO Paradise Indonesia Anthony P Susilo.
Menurut Anthony, dengan investasi awal setidaknya Rp500 miliar, Paradise Indonesia merancang 88 Plaza sebagai kawasan usaha modern dengan konsep kepadatan rendah. Konsep ini memberi ruang terbuka lebih luas dan dengan demikian membuat sirkulasi lebih baik, dan lingkungan usaha yang lapang.
“Selain pusat bisnis, kami harapkan kawasan ini juga bisa menjadi ruang interaksi komunitas,” ujarnya di acara peluncuran di Balikpapan.
Komponen utama 88 Plaza terdiri atas fasilitas bisnis seperti pertokoan, fasilitas pendukung gaya hidup, dan pengembangan kawasan tempat tinggal pada tahap berikutnya. Fasilitas bisnis atau usaha mencakup rumah-rumah toko, hotel bintang empat, fasilitas rapat-penghargaan-seminar-pameran (MICE), serta ruang kerja bersama. Fasilitas gaya hidup akan menghadirkan pusat kuliner, taman hijau, dan arena olahraga.
Anthony optimis proyek ini akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi dan ruang bagi para pihak, terutama pengusaha dan investor untuk berkembang bersama.
Selaku pengelola, Direktur PT Mitra Gemilang Mahacipta Andri Hadi menambahkan, dengan menargetkan segmen profesional muda, keluarga, komunitas kreatif, dan wisatawan bisnis, Plaza 88 akan benar-benar menyeleksi tenant yang akan hadir di kawasan tersebut.
“Kami juga berharap 88 Plaza menjadi simbol pertumbuhan usaha di kota penyangga Ibu Kota Nusantara,” demikian Andri. (Adv)
Pewarta: Novi AbdiEditor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026