Balikpapan (ANTARA) - Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) menambah armada mobil tangki untuk mengamankan suplai air bersih bagi warga yang berpotensi terdampak fenomena El Nino Godzilla di Balikpapan.

“Curah hujan diperkirakan berkurang 40 persen, sehingga inflow ke air permukaan menurun sampai 50 persen. Akibatnya kita hanya bisa memproduksi sebesar 75 persen dari kapasitas normal,” ujar Direktur Utama PTMB, Yudi Saharuddin, Jumat (8/5).

Yudi menjelaskan, penurunan volume air permukaan di Waduk Manggar dan Waduk Teritip berpotensi menekan kapasitas produksi secara signifikan.

Untuk itu, PTMB menargetkan 30 armada mobil tangki bersiaga penuh, meningkat tajam dibanding sebelumnya yang hanya sekitar 10 unit. Penguatan armada ini diprioritaskan untuk wilayah-wilayah yang tergolong zona merah dan sulit dijangkau jaringan pipa ketika tekanan air melemah.

Kawasan Balikpapan Utara dan Balikpapan Barat disebut sebagai area yang paling memerlukan suplai tambahan melalui pendistribusian tangki maupun penyediaan tandon penampungan.

Baca juga: Perumdam Kutim jaga pasokan air hadapi El Nino ekstrem

“Daerah utara dan barat cenderung kurang, jadi armada tangki akan jauh lebih banyak kami arahkan ke sana bersama bantuan tandon,” katanya.

Meski berdampak pada meningkatnya biaya operasional, terutama konsumsi BBM, PTMB menilai langkah ini penting untuk mencegah terjadinya krisis air meluas.

Selain mobil tangki, perusahaan juga mengoptimalkan penggunaan instalasi pengolahan air (IPA) Mobile dan IPA Mini untuk memaksimalkan potensi air baku dari bendali.

Di sisi lain, perbaikan jaringan pipa dilakukan masif di kawasan Green City hingga Kilometer 12. Upaya ini dianggap krusial karena kebocoran teknis dapat menghambat distribusi, terlebih saat produksi tengah menurun.

“Kami melakukan perbaikan pipa betul-betul masif agar pada saat debit produksi turun, pipa sudah aman sehingga air tetap stabil,” ujar Yudi.

Baca juga: Pemkab Penajam atur langkah mengatasi krisis air bersih

PTMB juga meminta masyarakat mulai menerapkan pola hemat air guna menjaga ketahanan stok air baku hingga kondisi cuaca kembali normal.

Yudi mengingatkan, kekeringan berkepanjangan dapat berdampak pada ketersediaan air hingga awal 2027 jika tidak diantisipasi sejak dini.

“Jangan sampai El Nino ini panjang sampai Desember. Nanti takutnya di awal tahun 2027 kita sudah tidak punya stok air lagi,” tutupnya. (Adv Diskominfo Balikpapan)



Pewarta: Ahmad
Editor : Imam Santoso

COPYRIGHT © ANTARA 2026