Pemerintah kabupaten bersama UGM menggagas program sekolah inovasi desa

Penajam Paser Utara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, kolaborasi dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Keluarga Alumni UGM (KAGAMA) melakukan uji coba penanaman padi varietas unggul Gamagora-7 di Desa Sidorejo, Kecamatan Penajam.

"Pemerintah kabupaten bersama UGM menggagas program sekolah inovasi desa," ujar Asisten I Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara Nicko Herlambang, Selasa, ketika ditanya uji coba itu di Penajam.

"Uji coba penanaman padi Gamagora-7 bagian dari program sekolah inovasi desa untuk mewujudkan satu desa satu inovasi," tambahnya.

Program tersebut terintegrasi dengan badan usaha milik desa (BUMDes), serta sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berada di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

Pemerintah kabupaten menyambut positif kolaborasi dengan UGM melalui KAGAMA, jelas Nicko  karena sejalan dengan visi membangun kemandirian dan daya saing desa melalui inovasi lokal berbasis potensi desa, khususnya di sektor pertanian.

Desa Sidorejo merupakan desa agrobisnis dengan 70 persen warganya berprofesi sebagai petani dan potensi lahan pertanian produktif seluas 318 hektare
mampu memproduksi hingga sekitar 2.409 ton dalam satu kali musim panen dikelola melalui tim Brigade Pangan.

Sebagai desa agrobisnis membutuhkan inovasi seperti padi varietas unggul, kata Kepala Desa Sidorejo Darisugi, dengan padi Gamagora-7 diharapkan hasil panen melimpah meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendukung ketahanan pangan.

Kerua KAGAMA Kaltim Laku Faudzul Idhi mengatakan, padi Gamagora-7 memiliki daya adaptasi tinggi terhadap iklim dan kondisi tanah di wilayah Penajam Paser Utara.

Menurut dia, petani didampingi mulai uji coba penanaman hingga setelah panen untuk memastikan keberhasilan program.

Uji coba padi Gamagora-7 dikembangkan Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM memiliki keunggulan sebagai “padi amfibi” dapat tumbuh baik di lahan basah maupun lahan kering tadah hujan, diharapkan menjadi solusi bagi tantangan pertanian lahan kering.

"Padi Gamagora-7 diakui Kementerian Pertanian pada 28 Maret 2023 itu, juga tahan terhadap hama wereng batang cokelat, hawar daun, dan penyakit blas, dengan masa panen singkat 104-119 hari, serta produktivitas mencapai 7,95-9,8 ton per hektare, " kata  Faudzul Idhi.



Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026