Penajam Paser Utara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memaksimalkan kapasitas produksi air bersih, kendati terjadi penurunan debit air baku pengelolaan air bersih akibat intensitas curah hujan mulai berkurang.
"Berkurangnya curah hujan berdampak pada penurunan debit air baku pengolahan air bersih," ujar Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka Kabupaten Penajam Paser Utara Abdul Rasyid di Penajam, Jumat.
BMKG memprediksi musim kemarau pada tahun ini lebih kering dan panjang, sehingga diperkirakan dapat berdampak pada penurunan debit air baku pengolahan air bersih dan layanan kepada masyarakat.
Kendati di sejumlah titik sudah terjadi penurunan debit air baku pengolahan air bersih, katanya, masih relatif aman dan kapasitas produksi masih terus dimaksimalkan.
Salah satu langkah yang dilakukan, lanjutnya, dengan peningkatan kapasitas tampungan air baku, pendalaman dan perluasan area penampungan air agar tidak terbuang ke laut.
Baca juga: Wali Kota Balikpapan instruksikan warga hemat air hadapi El Nino
Penutupan saluran air embung alam di Sungai Lawe-Lawe dilakukan guna menahan cadangan air agar tidak terbuang ke laut untuk cadangan air baku pengolahan air bersih di musim kemarau.
Debit air Sungai Lawe-Lawe terpantau mulai menunjukkan penurunan sekitar 20 hingga 25 persen. Dengan kondisi tersebut kapasitas produksi air bersih di wilayah Kecamatan Penahan masih bisa mencapai 10 liter per detik.
Di Kecamatan Waru, kondisi air baku masih relatif aman, karena ada dua penampungan air atau embung besar yang baru dimanfaatkan produksi air bersih sekitar 30 liter per detik.
Kemudian, di Kecamatan Babulu dan Kelurahan Sotek mulai terjadi penurunan debit air baku pengelolaan air bersih, karena kedua wilayah itu mengandalkan air hujan sebagai sumber utama, tercatat penurunan dari 110 liter per detik menjadi sekitar 90 liter per detik.
Di Kecamatan Sepaku cukup aman, karena ada tiga kolam besar milik PT ITCI, dan didukung dua sumber air besar, yakni Intake Sepaku dan Bendungan Sepaku Semoi sebagai sumber cadangan air baku.
"Pemerintah kabupaten juga sudah menyiapkan mobil tangki untuk memberikan pasokan air bersih kepada warga yang mengalami krisis air karena kekeringan saat musim kemarau," katanya.
Baca juga: Samarinda perkuat kolaborasi guna mitigasi dampak kemarau
Pewarta: Nyaman Bagus PurwaniawanEditor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026