Samarinda (ANTARA) - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa olahraga judo bukan sekadar kompetisi fisik dan bela diri melainkan instrumen penting untuk membangun karakter, ketekunan, dan mentalitas tangguh personel kepolisian agar mampu mengambil keputusan secara tepat di lapangan.

Pernyataan tersebut disampaikan Kapolri saat membuka Kejuaraan Nasional Judo Kapolri Cup di Gedung Olahraga Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Senin.

"Kita harapkan melalui kejuaraan ini, tercermin sikap anggota Polri yang mampu mengambil keputusan dengan tepat, tenang, tegas, serta profesional," ujar Jenderal Listyo Sigit.

Menurut Kapolri, filosofi utama judo, yaitu mempertahankan ketenangan di balik ketegasan, sangat relevan dengan prinsip pelayanan Polri modern.

Oleh sebab itu, para personel kepolisian dituntut untuk senantiasa tegas dalam menegakkan hukum, namun tetap humanis dan terukur saat mengayomi masyarakat.

Di sisi lain, Kapolri juga berharap kejuaraan ini dapat menjadi wadah pemantauan bakat yang efektif menghadapi kejuaraan nasional dan internasional.

"Semoga melalui kejuaraan ini, kita dapat menjaring bibit-bibit judoka potensial untuk dipersiapkan menuju berbagai kompetisi, baik di tingkat nasional maupun internasional," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jenderal Listyo Sigit berpesan kepada seluruh kontingen untuk senantiasa menjunjung tinggi sportivitas dan kejujuran sebagai muruah dari seorang atlet profesional.

Baca juga: Asrama baru polisi di Samarinda perkuat pengayoman masyarakat

Pesan serupa dialamatkan kepada korps wasit dan juri agar memimpin setiap pertandingan secara objektif dan adil.

Selain fokus pada aspek prestasi olahraga, Kapolri menilai kehadiran ratusan peserta dari berbagai daerah ini membawa dampak positif bagi sektor lokal.

"Harapannya, kejuaraan ini juga dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi kerakyatan di Samarinda," tuturnya.

Apresiasi tinggi turut datang dari Gubernur Kaltim Rudy Masud yang menyatakan dukungannya dan menilai Kejurnas Judo Kapolri Cup 2026 sebagai momentum emas bagi kebangkitan prestasi olahraga, khususnya cabang olahraga judo di Benua Etam.

"Semoga semua atlet mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas. Begitu juga dengan para juri dan wasit, jalankan tugas dan pimpinlah pertandingan ini dengan sejujur-jujurnya," tegas Rudy

Kejurnas Judo Kapolri Cup 2026 yang digelar dari 15 hingga 20 Mei 2026 ini tercatat sebagai salah satu kompetisi judo terbesar di tanah air.

Ajang ini mempertemukan ratusan judoka terbaik yang mewakili 34 satuan kerja (satker) Mabes Polri dan jajaran Polda, serta delegasi dari 18 Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI).

Berdasarkan data panitia pelaksana, total peserta yang terlibat dalam kompetisi ini mencapai 595 orang. Angka tersebut mencakup kategori atlet Polri sebanyak 343 personel (159 atlet putra dan 184 atlet putri) serta kelompok kategori atlet umum.

Baca juga: Kapolri instruksikan anggota Brimob aniaya anak agar dihukum berat



Pewarta: Arumanto
Editor : Imam Santoso

COPYRIGHT © ANTARA 2026