Samarinda (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus melakukan penyelarasan program pendidikan vokasi dengan kebutuhan riil dunia kerja dan industri untuk peningkatan serapan tenaga kerja lulusan SMK.
"Sinergi ini krusial agar lulusan SMK benar-benar terserap oleh pasar kerja," kata Kepala Bidang SMK Disdikbud Kaltim Surasa di Samarinda, Rabu.
Salah satu upaya, kata Surasa, pihaknya kini secara intensif mendorong sektor kesehatan agar mendapat perhatian penuh dari pelaku dunia usaha, Kadin, dan seluruh pemangku kepentingan terkait.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim kini memiliki 28 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bidang kesehatan dengan program keahlian asisten kefarmasian, keperawatan, teknologi medik, dan dental.
Para lulusan tersebut diyakininya cakap secara kompetensi untuk mengisi fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas dan puskesmas pembantu (pustu) yang kini tersebar di setiap desa maupun kecamatan setempat.
"Hal ini karena setiap siswa wajib melalui proses sertifikasi kompetensi ketat oleh lembaga sertifikasi profesi pihak pertama sebelum mereka resmi dinyatakan lulus," ucap Surasa.
Baca juga: Pelatihan Vokasi Nasional 2026 tidak ada syarat batas tahun kelulusan
Dia memaparkan indeks kepekerjaan lulusan SMK di Kalimantan Timur mencatatkan hasil positif sebesar 89,6 persen. Capaian yang tersebut telah menempatkan Kaltim ke dalam jajaran 10 besar provinsi dengan serapan lulusan vokasi terbaik nasional.
"Meskipun begitu, dinamika penyerapan tenaga kerja masih menjadi tantangan karena survei nasional menunjukkan penyumbang pengangguran cukup signifikan tetap berasal dari lulusan SMK," ungkap Surasa.
Dia menjelaskan tenaga kerja yang belum terserap tersebut bukan disebabkan oleh rendahnya kompetensi, melainkan terbatasnya ketersediaan formasi lowongan pekerjaan pada wilayah sekitarnya.
Selain masalah ketersediaan lapangan pekerjaan, kata Surasa, preferensi para lulusan muda dalam memilih spesifikasi profesi dan wilayah kerja turut menjadi pemicu timbulnya angka pengangguran.
"Oleh karena itu kami terus berupaya keras menjembatani kesenjangan ini melalui perluasan akses kerja serta program pendidikan gratis hingga jenjang lebih tinggi," kata Surasa.
Disdikbud Kaltim menggenjot seluruh lulusan pendidikan vokasi bidang kesehatan dapat mengabdi pada setiap puskesmas di seluruh wilayah provinsi itu.
Baca juga: Pemprov Kaltim cetak ratusan pekerja terampil lewat pelatihan vokasi
Pewarta: Ahmad RifandiEditor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026