Balikpapan (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), waspada campak dan meminta pasien untuk menjalani isolasi mandiri selama sekitar dua pekan sebagai salah satu upaya menekan penyebaran penyakit itu, menyusul meningkatnya jumlah kasus suspek yang kini mencapai sekitar 200 orang.

"Isolasi mandiri penting untuk memutus rantai penularan campak di tengah tingginya mobilitas masyarakat pasca-Lebaran," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkse) Kota Balikpapan Alwiati ketika ditanya mengenai adanya kasus campak di Balikpapan, Jumat.

Isolasi mandiri menjadi salah satu upaya paling efektif untuk mencegah penularan campak, terutama di lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar, dan pengobatan tetap diberikan sesuai kondisi pasien masing-masing.

Campak merupakan infeksi virus yang sangat mudah menular melalui udara ketika penderita batuk atau bersin, paling sering menyerang anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi dan orang dewasa dengan kekebalan tubuh rendah juga dapat terinfeksi.

Masyarakat tidak boleh menganggap remeh campak, kata dia, meskipun sebagian kasus menunjukkan gejala ringan. Penularan tetap dapat terjadi dengan cepat, terutama pada individu yang belum mendapatkan imunisasi atau memiliki kekebalan tubuh rendah.

Baca juga: Warga Kaltim perlu waspada penularan campak saat Idul Fitri

Sebagian besar kasus suspek ditemukan melalui pemantauan fasilitas kesehatan, lanjut dia, meski jumlahnya cukup tinggi, Balikpapan belum masuk kategori daerah endemis campak yang memerlukan langkah Outbreak Response Immunization (ORI) dari pemerintah pusat.

Dinkes Kota Balikpapan menggencarkan Program Kejar Imunisasi bagi anak-anak yang belum mendapatkan vaksin campak secara lengkap, menyasar kelompok rentan yang berisiko mengalami gejala lebih berat apabila terinfeksi.

Edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat juga diperkuat dan yang disoroti kebiasaan masyarakat yang sering menyentuh atau mencium bayi tanpa mencuci tangan, terutama saat momen silaturahmi Lebaran perlu diubah karena tidak menutup kemungkinan seseorang membawa virus tanpa disadari.

Surat edaran kewaspadaan yang meminta fasilitas kesehatan dan masyarakat untuk meningkatkan deteksi dini, serta mempercepat penanganan kasus sudah diterbitkan, kata dia, petugas kesehatan diminta aktif melakukan pemantauan dan pelacakan apabila ditemukan indikasi penularan di suatu wilayah.

Dinkes Kota Balikpapan memastikan pengobatan dapat diakses secara gratis di fasilitas kesehatan dan pasien diminta beristirahat penuh dan menghindari kontak dengan orang lain selama masa pemulihan.

Baca juga: Dinkes Kaltim ajak masyarakat proaktif imunisasi campak

Masyarakat diimbau tetap tenang, namun waspada. Langkah sederhana seperti mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan, dan melengkapi imunisasi anak dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah penyebaran campak.

Dengan kombinasi isolasi mandiri, kata dia, imunisasi kejar, serta peningkatan kesadaran masyarakat, penyebaran campak di Balikpapan diharapkan dapat segera terkendali tanpa harus memasuki fase darurat.



Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan/Novi Abdi
Editor : Imam Santoso

COPYRIGHT © ANTARA 2026