Samarinda (ANTARA) - Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) mengerahkan petugas untuk mengawasi ketat pengiriman hewan kurban guna memastikan seluruh hewan yang masuk ke wilayah Kalimantan Timur menjelang Idul Adha 1447 Hijriah dalam keadaan sehat dan bebas penyakit.

"Kami menyiagakan petugas secara penuh pada beberapa titik pintu masuk resmi seperti Pelabuhan Sungai Samarinda, Semayang Balikpapan, dan Kariangau untuk melakukan pemeriksaan ketat terhadap administrasi serta fisik hewan kurban," kata Kepala BBKHIT Kalimantan Timur Arum Kusnila Dewi di Samarinda, Sabtu.

Ia mengatakan, fasilitas berupa kandang isolasi di Kariangau dan Samarinda serta laboratorium pengujian telah disiapkan untuk mendukung pemeriksaan hewan ternak yang dikirim dari luar wilayah Kalimantan Timur.

Provinsi Kalimantan Timur antara lain masih menerima pasokan hewan ternak dari wilayah Sulawesi serta Nusa Tenggara Timur.

BBKHIT melakukan pengawasan untuk memastikan seluruh hewan ternak yang didatangkan ke Kalimantan Timur memenuhi persyaratan administrasi dan kesehatan.

Ketua Tim Kerja Karantina Hewan BBKHIT Kalimantan Timur Endang Sri Pertiwi menekankan pentingnya pengawasan di pintu-pintu masuk hewan ternak.

"Setiap ternak yang nekat dimasukkan melalui jalur ilegal akan langsung berada di luar kendali serta tidak mendapatkan jaminan kesehatan apapun dari otoritas karantina," kata dia.

Dia mengingatkan warga untuk membeli hewan kurban di tempat penjualan hewan yang sudah terdaftar serta berada di bawah pengawasan pemerintah daerah.

Pengawasan pengiriman hewan kurban, ia mengatakan, ditujukan untuk mencegah masuknya hewan ternak yang berpenyakit dan berpotensi menularkan penyakit.

"Apabila penyakit menular hewan dibiarkan lolos menyebar, dampaknya sangat membahayakan kesehatan masyarakat luas sekaligus berisiko merusak stabilitas perekonomian para peternak daerah," katanya.

 



Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : M.Ghofar

COPYRIGHT © ANTARA 2026