Salah satu hal penting yang perlu dipastikan adalah hewan telah memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan

Samarinda (ANTARA) - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) mengimbau masyarakat dan pengurus masjid untuk lebih cermat serta teliti dalam memilih hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha, dengan memeriksa lebih teliti kepemilikan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari dinas kesehatan setempat.

"Salah satu hal penting yang perlu dipastikan adalah hewan telah memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH)," tegas Pelaksana tugas Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinkes Kaltim, Dyah Anggraini, dalam sebuah seminar virtual terkait jaminan hewan kurban sehat dan aman di Kaltim, di Samarinda, Selasa.

Lebih lanjut, Dyah, menjelaskan hewan kurban yang layak disembelih harus memenuhi ketentuan syariat Islam dan standar kesehatan veteriner, meliputi, kondisi sehat yakni terbebas dari penyakit menular hewan.

Kemudian, tidak cacat, atau kondisi fisik utuh, tidak pincang, tidak buta, dan telinga atau ekor tidak rusak parah. Postur hewan normal, dengan tidak terlalu kurus atau tampak lesu dan terakhir cukup umur, atau sesuai ketentuan jenis hewan ternak yang dikurbankan.

Ia menambahkan, Dinkes Kaltim meminta baik pengurus masjid maupun masyarakat umum untuk melakukan pemeriksaan fisik secara langsung di lokasi penjualan sebelum melakukan transaksi pembayaran.

Menurut Dyah, masyarakat dapat mengenali kondisi kesehatan sapi, kambing, atau domba melalui beberapa indikator visual sederhana berikut yakni di area mata, karena hewan yang sehat memiliki mata yang jernih, bersinar, dan bebas dari kotoran berlebih atau air mata yang terus mengalir.

Kondisi hidung, biasanya hidung ternak harus tampak lembab dan bersih, bukan kering atau mengeluarkan lendir penyakit, dengan melihat cara berjalan, dengan memperhatikan pergerakan kaki hewan saat berdiri atau berjalan untuk memastikan tidak ada kepincangan.

Kualitas bulu, bulu hewan yang sehat cenderung halus, bersih, dan mengkilap, bukan kusam, rontok parah, atau berdiri. Selanjutnya dengan melihat kebersihan bagian belakang, dengan memastikan area di sekitar anus bersih. Jika area belakang tubuh tampak kotor oleh sisa kotoran kering, itu menjadi indikasi kuat bahwa hewan tersebut sedang mengalami gejala diare.

Selain kondisi fisik, untuk memastikan usia minimal ternak juga menjadi syarat sahnya ibadah kurban. Cara termudah yang bisa dipraktikkan langsung oleh pembeli adalah dengan metode cek gigi seri ternak.

Pada sapi atau kerbau, jika terjadi pergantian sepasang gigi seri permanen (gigi tanggal atau telah berganti), hal tersebut menandakan usia sapi telah mencapai lebih dari dua tahun.

Pada Kambing atau domba , pergantian gigi seri menandakan usia ternak telah menginjak di atas satu tahun.

"Hewan kurban yang sehat akan menghasilkan daging yang sehat pula. Sebaliknya, ternak yang sakit berisiko menghasilkan daging yang tidak aman, tidak utuh, serta tidak memenuhi aspek kesehatan maupun kehalalan," jelas Dyah.

 

 



Pewarta: Arumanto
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026