Tim diturunkan untuk memeriksa hewan kurban untuk memastikan kesehatan dan layak konsumsi

Penajam Paser Utara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, menyiapkan tim kesehatan untuk melakukan pemeriksaan hewan kurban sebelum dan sesudah dipotong pada Idul Adha 1447 Hijriah/2026 dan memastikan hewan kurban layak dikonsumsi.

"Tim diturunkan untuk memeriksa hewan kurban untuk memastikan kesehatan dan layak konsumsi," ujar Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara Ristu Pramula, Jumat.

Dia mengatakan, seluruh hewan kurban di peternakan warga dan perusahaan penggemukan lokal, serta yang dijual pedagang akan diperiksa kesehatannya.

"Pemeriksaan kesehatan hewan kurban untuk memastikan daging kurban terbebas dari penyakit yang dapat membahayakan kesehatan bagi masyarakat," kata Ristu Pramula.

Tim kesehatan hewan kurban yang terdiri dari seluruh pegawai di Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, kata dia, akan langsung terjun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban.

"Anggota tim disebar di empat kecamatan untuk memeriksa hewan kurban sebelum dipotong. Lalu setelah dipotong, juga akan diambil sampel daging untuk diperiksa," katanya.

Hewan kurban yang didatangkan dari luar Kabupaten Penajam Paser Utara, kata dia, juga harus dipastikan bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK) maupun penyakit kulit berbenjol (lumpy skin disease/LSD).

"Juga dilakukan pemeriksaan dokumen karantina terhadap hewan kurban yang didatangkan dari luar daerah," katanya.

Dia menambahkan, kebutuhan hewan kurban, terutama sapi, setiap tahun mendapat tambahan pasokan dari Sulawesi dan Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk memenuhi kebutuhan Idul Adha di wilayah setempat.

Menurutnya, kebutuhan hewan kurban 2026 diperkirakan tidak jauh dari tahun lalu. Pada Idul Adha 2025 kebutuhan hewan ternak sapi sekitar 1.300 ekor dan hewan ternak kambing kisaran 200 ekor.

 



Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026