Balikpapan (ANTARA) - Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) melindungi rumah warga kosong ditinggal mudik menjadi salah satu fokus Operasi Ketupat Mahakam yang kini memasuki fase pengamanan arus balik, kendati masa cuti bersama Idul Fitri telah berakhir pada 24 Maret 2026.
"Patroli lingkungan tetap diperkuat karena sebagian warga diperkirakan kembali dari mudik pada akhir pekan," ujar Kepala Bidang Polda Kaltim Komisaris Besar Polisi Yulianto, Jumat, ketika ditanya mengenai pengamanan rumah kosong ditinggal mudik di Balikpapan, Kaltim.
Operasi Ketupat Mahakam 2026 masih berjalan sampai seluruh rangkaian arus balik selesai, kata dia, patroli terus dilakukan dan ditingkatkan di titik rawan termasuk di permukiman warga.
Kepolisian juga mengoptimalkan layanan penitipan kendaraan bagi masyarakat yang mudik menggunakan transportasi umum, sehingga warga merasa lebih tenang meninggalkan rumah selama libur panjang dan masa arus balik.
Polda Kaltim memastikan pengamanan akan terus berlangsung hingga arus balik diperkirakan selesai pada akhir pekan ini.
Baca juga: Ribuan penumpang padati Pelabuhan Balikpapan dalam arus balik
"Patroli rumah kosong dan penjagaan objek vital tetap menjadi prioritas untuk memastikan warga dapat kembali ke rumah dengan aman," ujarnya.
Masyarakat yang masih berada di luar kota untuk tetap memastikan keamanan rumah, termasuk memanfaatkan layanan penitipan kendaraan dan melapor ke pos terdekat.
"Jika membutuhkan bantuan, diharapkan masyarakat tetap waspada dan bekerja sama menjaga keamanan lingkungan," ujarnya.
Hingga saat ini situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kaltim tetap kondusif, menurut dia, tidak ada laporan gangguan menonjol yang mengganggu stabilitas wilayah sepanjang rangkaian Idul Fitri 1447 Hijriah.
Secara keseluruhan, Operasi Ketupat Mahakam 2026 melibatkan 1.975 personel gabungan disiagakan di seluruh kabupaten dan kota di Kaltim, dengan didukung 88 terdiri dari 52 pos pengamanan, 22 pos pelayanan, dan 14 pos terpadu.
Baca juga: Pemerintah klaim mudik Idul Fitri 2026 dorong perputaran ekonomi
Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan/Novi AbdiEditor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026