Balikpapan (ANTARA) - Pemerintah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, melakukan langkah strategis dengan menyambangi Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI di Jakarta guna mendorong percepatan revitalisasi Pasar instruksi presiden (inpres) Kebun Sayur serta penataan menyeluruh pasar tradisional di Kota Minyak.

"Kami kemarin datang langsung ke Kementerian Perdagangan untuk melakukan koordinasi intensif sekaligus mengusulkan dukungan anggaran pusat demi mempercepat revitalisasi fisik Pasar Inpres Kebun Sayur yang merupakan salah satu ikon ekonomi dan wisata daerah," kata Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo, Kamis (28/4).

Bagus menjelaskan, penataan dan pembangunan ulang pasar tradisional menjadi prioritas utama Pemkot Balikpapan saat ini.

Dia menilai, upaya tersebut krusial untuk meningkatkan daya saing ekonomi lokal, sekaligus memberikan fasilitas tempat berbelanja yang representatif, bersih, aman, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.

Sebagai kota yang menjadi pintu gerbang utama sekaligus mitra strategis Ibu Kota Nusantara (IKN), Balikpapan dituntut memiliki infrastruktur sarana perdagangan yang modern namun tetap mempertahankan karakteristik budaya lokalnya.

Baca juga: Wali Kota Balikpapan ajak warga perkuat kepedulian sosial

Oleh karena itu, revitalisasi Pasar Inpres Kebun Sayur yang terkenal sebagai pusat kerajinan dan permata tersebut mendesak untuk direalisasikan.

"Respon dari pihak Kementerian Perdagangan sangat positif. Kami berharap sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah ini dapat segera mewujudkan pasar tradisional yang representatif dan menunjang perputaran ekonomi kreatif di Balikpapan," ujar Bagus.

Selain membahas Pasar Inpres Kebun Sayur, dalam pertemuan tersebut Pemkot Balikpapan juga memaparkan cetak biru (blueprint) penataan sejumlah pasar tradisional lainnya di Kota Minyak agar standarisasinya meningkat menuju Pasar Rakyat yang memiliki lisensi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Melalui kunjungan kerja dan lobi intensif ke kementerian terkait ini, Pemerintah Kota Balikpapan berkomitmen untuk terus menjemput bola dalam mengamankan alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun tugas pembantuan dari anggaran pendapatan belanja negara (apbn)

"Sehingga beban pembiayaan pembangunan infrastruktur daerah dapat dioptimalkan secara efektif dan berkelanjutan," tutup Bagus. (Adv Diskominfo Balikpapan)

Baca juga: DKP3 Balikpapan pastikan sapi kurban Presiden lolos uji kesehatan



Pewarta: Ahmad
Editor : Imam Santoso

COPYRIGHT © ANTARA 2026