Balikpapan (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan mengajak petani menanam padi atau jenis tanaman pertanian lain yang memiliki masa panen pendek, seiring mendekatnya musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada akhir Mei 2026.

"Kalimantan Timur saat ini masih musim hujan, sedangkan awal kemarau diperkirakan akhir Mei dengan puncak kemarau pada Agustus 2026," ujar Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Carolina Meylita Sibarani, di Balikpapan, Kamis.

Peringatan dini ditujukan kepada petani agar mereka tidak menanam sayur, padi, dan berbagai jenis palawija lain yang memiliki masa panen panjang di atas tiga bulan, karena dikhawatirkan kekurangan air tadah hujan saat kemarau tiba.

Sedangkan sejumlah varietas padi yang memiliki masa panen pendek dan cocok untuk lahan di Kalimantan, namun tetap disesuaikan dengan kondisi sawah masing-masing antara lain padi varietas Inpari 32, Inpari 37, Inpari 42 GSR, maupun varietas MR70.

Inpari 32 merupakan varietas unggul dengan umur panen pendek sekitar 120 hari yang dapat menghasilkan 6–8 ton gabah kering giling per hektare, tergantung pemeliharaan, kemudian varietas MR70 juga berumur pendek dengan masa panen hanya sekitar 110–115 hari.

Baca juga: Penajam kuatkan irigasi dengan libatkan kelompok tani

Secara nasional, kata Olin, sapaan akrabnya, tahun ini musim kemarau diprediksi mulai April dan bisa lebih panjang sampai Desember, jika terjadi el Nino selama tiga bulan. Sedangkan di Kalimantan Timur, kemarau diperkirakan mulai akhir Mei yang kemungkinan juga sampai Desember.

Ditanya mengapa beberapa pekan terakhir cuaca di Kaltim panas dan banyak titik panas, padahal masih masuk musim hujan, ia mengatakan bahwa cuaca panas dan banyaknya titik panas bukan dipengaruhi oleh musim.

"Munculnya titik panas, faktor penentunya bukan hanya musim kemarau, tapi ada beberapa hal, antara lain akibat el Nino dan bibit siklon yang menyebabkan pergerakan tidak terkonsentrasi di langit Kaltim, tapi menyebar ke wilayah lain, mengikuti arah angin," katanya.

Diakui bahwa dalam beberapa hari terakhir memang cuaca di Kalimantan Timur (Kaltim) panas, sehingga hal ini memicu tingginya titik panas di sejumlah wilayah.

Seperti pada Selasa (24/3) mulai pukul 01.00 hingga 24.00 Wita, pihaknya mendeteksi 32 titik panas yang tersebar di lima kabupaten/kota, yakni 1 titik di Kota Bontang, 10 titik di Kabupaten Paser, 1 titik di Kabupaten Kutai Barat, 16 titik di Kabupaten Kutai Timur, dan 4 titik di Kabupaten Kutai Kartanegara.

"Sedangkan Rabu kemarin mulai pukul 01.00-24.00 Wita, kami mendeteksi 73 titik panas di lima daerah, yakni 3 di Bontang, 3 di Paser, 59 di Kutai Timur, 7 di Kutai Kartanegara, dan 1 titik panas di Kabupaten Mahakam Ulu," kata Olin.

Baca juga: Pemprov Kaltim percepat verifikasi 20.000 hektare sawah baru



Pewarta: M.Ghofar
Editor : Imam Santoso

COPYRIGHT © ANTARA 2026