Sedangkan untuk kampanye pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) antara lain dengan menggelar lomba mendongeng, lomba menggambar dan mewarnai, lomba cipta dan baca puisi kreatif
Telake, Kaltim (ANTARA) - Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesatuan Pengelola Hutan Produksi (UPTD KPHP) Telake menggandeng lintas sektor hingga komunitas di wilayah kerjanya dalam upaya menjaga hutan tetap lestari.
Sejumlah komunitas yang digandeng dan terus berjalan baik hingga kini antara lain Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD), Masyarakat Hukum Adat (MHA) atau komunitas adat, dan Masyarakat Peduli Api (MPA).
"Sedangkan untuk kampanye pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) antara lain dengan menggelar lomba mendongeng, lomba menggambar dan mewarnai, lomba cipta dan baca puisi kreatif," ujar Kepala UPTD KPHP Telake Shahar Al Haqq di Telake Kabupaten Paser, Kaltim, Senin.
Sejumlah lomba ini diperuntukkan bagi anak usia PAUD hingga SMA sederajat. Harapannya agar mereka mulai mengenali bagaimana wujud hutan maupun alam yang lestari, yang kemudian harus mereka jaga dan tidak melakukan pembakaran di sembarang tempat untuk mencegah karhutla.
Pihaknya juga menggandeng para guru mulai dari TK hingga SMA dalam mengampanyekan pentingnya kelestarian hutan bagi kehidupan manusia dan makhluk lain di bumi. Bahkan ia pun telah mementaskan drama teater dengan para pemain dari kalangan guru yang bertema kelestarian alam.
Baca juga: Sangkima Jungle Park dan Bontang Mangrove Kaltim jadi daya tarik libur Lebaran
"Para guru merupakan pendidik garda terdepan dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa di berbagai sendi kehidupan, sehingga sesuai dengan tugas dan fungsinya disesuaikan dengan upaya pelestarian hutan," tutur Shahar.
Terkait dengan komunitas berbasis masyarakat, sejumlah kelompok yang digandeng antara lain empat LPHD di empat desa, MHA atau komunitas adat, dan MPA yang tersebar pada desa-desa di sekitar KPHP Telake.
Untuk LPHD dan MHA maupun komunitas berbasis adat, pola yang diterapkan antara lain sistem perhutanan sosial, sehingga mereka bisa memanfaatkan lahan maupun hasil hutan nonkayu di kawasan hutan.
"Sedangkan kerja sama dengan MPA, mereka mendapat pelatihan peningkatan kapasitas tentang teknik pencegahan dan mengatasi kebakaran. Anggota MPA juga berperan sebagai fasilitator dan melatih warga tentang keterampilan yang dimiliki," kata Shahar.
Baca juga: Potensi kebakaran hutan mulai muncul di daerah-daerah
Pewarta: M.GhofarEditor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026