Samarinda (ANTARA) - Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengungkapkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 mengalokasikan dana belanja sebesar Rp125,75 miliar untuk mendukung program ketahanan pangan di Kaltim, sebagai langkah memperkuat cadangan pangan dan bioenergi nasional.

"Program ketahanan pangan di Kaltim terdiri dari berbagai kegiatan, terutama dilaksanakan untuk optimalisasi lahan dan untuk cetak sawah," ujar Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Kaltim Edih Mulyadi di Samarinda, Kamis.

Ia melanjutkan, pagu APBN 2026 untuk Kaltim yang sebesar Rp125,75 miliar tersebut telah direalisasikan sebesar Rp3,12 miliar pada Januari lalu, untuk berbagai kegiatan dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan yang tersebar di kabupaten/kota.

Sedangkan dalam pelaksanaan ketahanan pangan di lapangan, lanjutnya, dilakukan oleh lima kementerian/lembaga (K/L) yang sesuai dengan tugas maupun fungsi masing-masing.

"Lima K/L itu adalah Kementerian Pertanian (Kementan), Badan Karantina Indonesia (Barantin), Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU), serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI," kata Edih.

Barantin dilibatkan dalam mendukung ketahanan pangan nasional karena memiliki peran strategis sebagai pengawasan, terutama untuk mencegah masuk dan menyebarnya penyakit hewan, ikan, maupun tanaman pangan pembawa penyakit yang dapat mengancam ketersediaan pangan.

Tahun ini, lanjutnya, penggunaan anggaran APBN yang mencapai Rp125,75 miliar tersebut salah satunya akan digunakan untuk pencetakan sawah seluas 14.824 hektare di sejumlah kabupaten, salah satunya Kabupaten Kutai Kartanegara.

Ia juga mengungkap hasil evaluasi program ketahanan pangan yang dilakukan sepanjang 2025, yakni telah dilakukan optimalisasi lahan rawa seluas 13.900 hektare untuk sawah, sehingga sawah tersebut telah dimanfaatkan untuk menanam padi sehingga kawasan itu menjadi produktif.

"Pagu anggaran dari pemerintah pusat untuk program ketahanan pangan di Provinsi Kaltim tahun 2025 sebesar Rp336,48 miliar. Dari nilai ini, jumlah yang terealisasi sudah besar, yakni mencapai Rp307,5 miliar atau terealisasi 91,39 persen," ujar Edih lagi.

Baca juga: 35 daerah irigasi di Kaltim dibenahi demi swasembada



Pewarta: M.Ghofar
Editor : Imam Santoso

COPYRIGHT © ANTARA 2026