Balikpapan (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan mengingatkan semua pihak tentang potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat banyaknya titik panas di Provinsi Kalimantan Timur dalam beberapa hari terakhir.
"Cuaca dalam beberapa hari terakhir sejak Idul Fitri pekan lalu memang panas. Kondisi ini kemudian memicu munculnya banyak titik panas," ujar Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Carolina Meylita Sibarani, di Balikpapan, Sabtu.
Pada Jumat (27/3) misalnya, mulai pukul 01.00 hingga 24.00 Wita jumlah titik panas yang tersebar di enam kabupaten maupun kota di Kaltim mencapai 171 titik.
Sebarannya adalah di Kota Balikpapan dua titik, Kota Bontang tiga titik, Kabupaten Paser 10 titik, Kutai Timur paling banyak hingga mencapai 125 titik, Kutai Kartanegara 20 titik, dan Kabupaten Berau terdeteksi 11 titik.
Peringatan dini disampaikan antara lain kepada warga agar tidak membakar sampah sembarangan yang bisa menyebabkan api merambat ke lokasi lain, serta tidak membuang puntung rokok yang masih membara agar bara tidak mengenai daun kering di hutan maupun di lahan perkebunan.
Sedangkan bagi unsur pemerintah terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diimbau agar melakukan pengecekan terhadap titik panas yang sudah dideteksi oleh BMKG.
"Tim dari BPBD bersama unsur terkait saat datang ke lokasi biasanya sudah bisa memastikan apakah titik panas ini rawan menyebabkan karhutla atau tidak. Jika rawan, maka mereka langsung melakukan penanganan," katanya.
Unsur pemda lainnya seperti Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan, dan Dinas Pemadaman Kebakaran diharapkan memberikan imbauan kepada petani dan pekebun agar melakukan antisipasi pencegahan karhutla.
Baca juga: 44 bangunan di pasar Segiri Samarinda hangus dilalap api
