Tenggarong, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, menyatakan bahwa kolaborasi antara Koperasi Desa Merah Putih dan Badan Usaha Milik Desa (KDMP-BUMDes) mampu mewujudkan ketahanan pangan, sehingga dua lembaga tersebut diajak saling bersinergi.
Sinergi dua lembaga ini menjadi penekanan karena semua desa (193 desa) yang tersebar pada 20 kecamatan di Kukar telah memiliki KDMP dan BUMDes. Bahkan 44 kelurahan (semua) juga telah memiliki Koperasi Kelurahan Merah Putih, sehingga bisa menggandeng kerja sama dengan mitra setempat,
"Peran dua lembaga ini harus saling melengkapi dan menguatkan dalam mendorong percepatan pembangunan di desa, termasuk dalam kaitan dengan program ketahanan pangan desa. Jangan sampai terjadi kompetisi tidak sehat," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Kukar Sunggono di Tenggarong, Selasa.
Kukar, katanya, terus mendorong sinergi keduanya dalam mewujudkan ketahanan pangan, karena Pemkab Kukar berkomitmen terhadap pembangunan pertanian dalam arti luas, bahkan menjadi salah satu program prioritas utama dalam kebijakan pembangunan daerah.
Kebijakan tersebut merupakan salah satu strategi transformasi ekonomi Kukar dari ekonomi yang bergantung pada sumber daya alam tidak terbarukan (minyak bumi, gas, dan batu bara) ke ekonomi yang terbarukan melalui pembangunan pertanian dalam arti luas, pariwisata dan ekonomi kreatif.
Dalam 10 tahun terakhir, lanjut Sunggono, Kukar memiliki posisi strategis di Provinsi Kaltim, khususnya sebagai lumbung pangan yang dibuktikan dengan produksi padi terbanyak.
Paling tidak hal itu dapat dilihat pada 2023, yakni Kukar memproduksi sebanyak 115.103 ton gabah kering giling (GKG), kemudian pada 2024 sebanyak 106.553 ton GKG.
Sedangkan produksi padi terbanyak kedua adalah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang sebanyak 45.100 ton GKG pada 2023, kemudian pada 2024 sebanyak 48.113 ton, terbanyak ketiga Kabupaten Paser sebanyak 28.608 ton pada 2023 dan 52.886 ton GKG pada 2024.
Secara umum produksi padi Kaltim pada 2024 mengalami kenaikan 9,99 persen hingga menjadi 249.640 ton GKG, ketimbang 2023 yang sebanyak 226.970 ton GKG.
Sebelumnya, saat membuka Bimbingan Teknis Ketahanan Pangan Desa dan Pembentukan KDMP, Sunggono juga mengatakan, meski produksi padi Kukar paling banyak, namun harus terus ditingkatkan agar bisa menyuplai daerah lain, sehingga diperlukan peran KDMP dan BUMDes untuk mendukungnya.
