Tenggarong, Kaltim (ANTARA) - Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur menggandeng swasta baik perusahaan maupun yayasan dalam diversifikasi pangan dari penanaman hingga olahan sorgum di Desa Sungai Payang, sebagai langkah mewujudkan ketahanan pangan daerah.

Penanaman sorgum hingga pengolahan makanan dari sorgum ini merupakan hasil kerja sama pemda, perusahaan tambang PT Multi Harapan Utama (MHU) pemerintah desa, dan dengan pendampingan Yayasan Pede Nusantara Madani.

"Pengembangan sorgum ini merupakan langkah strategis dalam mendukung program ketahanan pangan daerah, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat pedesaan," ujar Bupati Kukar Aulia Rahman Basri di Tenggarong, Sabtu.

Bupati juga mengatakan bahwa aneka jenis pangan olahan sorgum produk warga setempat terbukti enak, karena ia pernah mencoba olahan sorgum itu saat meresmikan lumbung pangan di desa itu pada Kamis, dua hari lalu.

Aneka produk pangan dari sorgum tersebut, katanya, tidak hanya berpotensi sebagai bahan pangan alternatif atau diversifikasi pangan, tapi juga memiliki nilai tambah dalam menumbuhkan ekonomi berkelanjutan bagi warga setempat.

Baca juga: Keppres biaya haji hingga pembahasan persiapan pemilu

Sejumlah produk yang dikembangkan di desa ini antara lain beras sorgum sebagai pengganti beras putih, kaya serat dan bebas gluten, kemudian tepung sorgum yang merupakan bahan utama untuk aneka kue dan makanan lain.

Hilirisasi lain dari sorgum adalah mi sorgum yang lebih sehat sehingga cocok untuk diet, lantas kerupuk dan rempeyek sorgum yang renyah dan bernilai gizi tinggi.

Ada pula biskuit dan kue kering dengan varian rasa yang dijual sebagai oleh-oleh, kemudian sirup/ gula cair sorgum yang diolah dari batang sorgum manis, sehingga menjadi pemanis alami, lantas kue tradisional seperti putu, nagasari, dan dodol sorgum.

Produk lainnya seperti pakan ternak yang dibuat dari ampas batang dan daun sorgum, ada pula pengembangan lanjutan seperti gula semut dan sereal instan, yang semuanya diproduksi di lumbung pangan dan unit pengolahan usaha desa.

"Produk olahan sorgum ini selain sebagai upaya diversifikasi pangan lokal juga untuk menggerakkan ekonomi masyarakat desa melalui pertanian bernilai tambah secara berkelanjutan," kata Bupati.

Baca juga: Kabupaten Kukar gelar pangan murah untuk kendalikan harga jelang Idul Adha



Pewarta: M.Ghofar
Editor : Imam Santoso

COPYRIGHT © ANTARA 2026