Mahulu, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur bersama Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda berkolaborasi mengembangkan wisata air terjun Jantur Batang di Kampung Long Melaham, guna menciptakan manfaat ekonomi berkelanjutan.
Kolaborasi ini diwujudkan dalam bentuk penuntasan penyusunan dokumen perencanaan pengembangan wisata, karena kawasan ini menawarkan keindahan alam yang masih terjaga sehingga perlu penataan agar cocok menjadi wisata keluarga dan ekowisata.
"Jantur Batang Kampung Long Melaham layak dikembangkan karena menyimpan nilai ekologis, sosial, dan budaya yang menjadi aset penting bagi sektor pariwisata daerah," kata Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Mahulu Agustinus Teguh Santoso di Ujoh Bilang, Jumat.
Menurutnya, potensi besar ini tidak akan berkembang optimal tanpa perencanaan jelas dan terukur, maka penyusunan dokumen perencanaan wisata menjadi langkah penting untuk memastikan pengembangan kawasan wisata dilakukan sistematis, memperhatikan lingkungan, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia juga mengatakan bahwa pihaknya pun menggelar seminar pendahuluan tentang hasil penyusunan dokumen perencanaan Wisata Jantur Batang Long Melaham, yakni digelar di Kantor Bupati Mahulu pada Rabu, dua hari lalu.
Baca juga: Kaltim angkat wisata berbasis konservasi mangrove
Seminar pendahuluan ini menjadi forum strategis untuk menghimpun berbagai masukan, pandangan, dan rekomendasi konstruktif dari seluruh pemangku kepentingan.
"Perencanaan pengembangan destinasi wisata ini tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga mencakup aspek aksesibilitas, tata kelola destinasi, pelestarian lingkungan, hingga peningkatan partisipasi warga kampung," katanya.
Perencanaan yang baik, lanjutnya, bukan hanya berbicara mengenai pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana tim menata lokasi, memperkuat tata kelola destinasi, menjaga kelestarian lingkungan, serta mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pengembangan wisata.
Hal ini penting karena sektor pariwisata harus mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat lokal. Kehadiran destinasi wisata diharapkan dapat membuka peluang usaha baru, memperkuat peran pelaku UMKM, dan meningkatkan kapasitas kelompok sadar wisata.
"Sinergi antara pemerintah daerah, perangkat daerah terkait, pemerintah kampung, masyarakat adat, Pokdarwis, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi prasyarat penting dalam mewujudkan pariwisata yang terarah dan berkelanjutan," kata Teguh.
Baca juga: Pembangkit surya pasok listrik untuk wisata bahari Kaltim
Pewarta: M.GhofarEditor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.