Samarinda (ANTARA) - Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menjadikan Kampung Batu Majang di Kabupaten Mahakam Ulu, sebagai desa wisata unggulan dengan memberikan hibah sebesar Rp391,96 juta untuk melengkapi fasilitas destinasi wisata.
Atraksi wisata yang sudah ada Batu Majang antara lain Hutan Lindung Tana Ulen yang menonjolkan flora fauna endemik, wisata susur Sungai Alan, air asin alami, pemandian dan Air Terjun Sungai Murung, wisata budaya dengan dominasi Dayak Kenyah Batu Majang, termasuk ada sembilan homestay.
"Sedangkan hibah yang diberikan tahun ini untuk melengkapi fasiltas agar kunjungan wisatawan baik lokal, nusantara, hingga wisatawan asing juga terus meningkat," kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim Ririn Sari Dewi di Samarinda, Senin.
Ia menyebut bahwa hibah sebesar Rp391,96 juta tersebut secara simbolis telah diserahkan oleh Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dalam kunjungan kerja ke Mahakam Ulu pada 6 - 8 Januari ini.
Penyerahan hibah tersebut merupakan bagian dari program pengembangan desa wisata 2026, dengan maksud menjadikan pilar penguatan ekonomi kreatif di Kaltim, salah satunya dengan meningkatkan fasilitas pariwisata di sejumlah desa.
Hal ini dilakukan untuk mendorong peningkatan daya saing di tiap desa agar mereka bisa mandiri, sesuai dengan visi Josspol Kaltim yang menempatkan potensi lokal sebagai motor pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sedangkan hibah untuk Batu Majang Rp391,96 juta ini dialokasikan untuk dua paket pekerjaan fisik, guna meningkatkan fasilitas di Daya Tarik Wisata (DTW) Kabupaten Mahakam Ulu.
Rinciannya adalah untuk pembangunan panggung kesenian, dirancang sebagai pusat kegiatan budaya, festival lokal, dan pertemuan warga guna memperkuat kohesi sosial dan pelestarian seni tradisional Dayak.
"Panggung kesenian dibangun dengan nilai kontrak Rp195,98 juta. Sarana ini memiliki spesifikasi ukuran panjang 5,5 meter dan lebar 7,5 meter sebagai wadah pelestarian budaya lokal," kata Ririn.
Kedua adalah pembangunan toilet biotek yang menerapkan sistem bioteknologi, bertujuan untuk mencegah pencemaran air sungai, karena pola pemukiman warga setempat yang berada di sepanjang bantaran sungai, baik Sungai Mahakam maupun anak sungainya.
Untuk toilet biotek ini dibangun sebanyak dua unit dengan nilai kontrak Rp195,98 juta dengan fasilitas toilet menggunakan sistem pengolahan limbah ramah lingkungan untuk menjaga kebersihan lingkungan wisata.
"Wisata Batu Majang merupakan salah satu desa wisata berkembang yang menjadi garapan Dinas Pariwisata Kaltim dalam program Josspol Pengembangan Desa Wisata dan Budaya Kaltim 2026. Melalui ini, diharapkan kunjungan wisata terus meningkat," ujar Ririn.
