Penajam Paser Utara (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membantu Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur membangun infrastruktur jembatan Sungai Riko yang menghubungkan ke kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang lokasinya berada di sebagian wilayah kabupaten itu, yakni di Kecamatan Sepaku.
"Kementerian PU bersedia membantu dana pembangunan jembatan Sungai Riko," ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Timur Aji Muhammad Fitra Firnanda di Samarinda, Kamis, saat ditanya menyangkut keberlanjutan pembangunan infrastruktur penghubung ke kawasan IKN di Penajam.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara juga menyiapkan dana rintisan sebagai bentuk komitmen dan dukungan awal terhadap proyek pembangunan jembatan Sungai Riko di Kelurahan Riko, Kecamatan Penajam tersebut.
Jembatan Sungai Riko dirancang dengan bentang utama sepanjang 500 meter, jelas dia, juga dibangun jembatan pendekat sepanjang lebih kurang satu kilometer karena kondisi geografis lokasi didominasi kawasan rawa.
Jembatan Sungai Riko bakal terintegrasi dengan peningkatan kualitas infrastruktur jalan di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan sekitarnya, yang menciptakan jaringan konektivitas lebih efisien untuk pergerakan masyarakat maupun distribusi barang dan jasa.
Jembatan Sungai Riko juga dapat semakin memperkokoh konektivitas antarwilayah, yang bermuara pada kelancaran akses menuju IKN, percepatan pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi, serta terbuka peluang usaha baru bagi warga di wilayah penyangga.
Jembatan Sungai Riko menjadi salah satu infrastruktur mendukung transformasi wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, kata Muhammad Fitra Firnanda, sebagai daerah strategis di sekitar IKN yang dapat memperkuat Kalimantan Timur menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.
Jembatan Sungai Riko itu sebagai akses jalan pendekat jembatan Pulau Balang menuju IKN melintasi Kelurahan Pantai Lango, Gersik, Jenebora, Buluminung hingga Kelurahan Penajam di Kabupaten Penajam Paser Utara.
Sehingga selain mempermudah akses menuju IKN, menurut Bupati Penajam Paser Utara Mudyat Noor, jembatan Sungai Riko juga membuka akses menuju kawasan peruntukkan industri Buluminung dan Pelabuhan Benuo Taka.
Keberadaan jembatan Sungai Riko sangat penting dalam mendukung pergerakan masyarakat dan distribusi logistik, tanpa infrastruktur yang memadai, potensi ekonomi daerah bisa tidak optimal, bahkan berisiko dinikmati wilayah lain di sekitar IKN.
IKN ditargetkan rampung 2028, dan diprediksi aktivitas ekonomi di wilayah penyangga seperti Kabupaten Penajam Paser Utara juga bakal mengalami peningkatan signifikan, sehingga kesiapan infrastruktur sangat penting dan strategis mendukung kawasan IKN, demikian Mudyat Noor.
