Penajam Paser Utara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur, menjaga harga bahan pangan di pasaran sebagai upaya mengendalikan inflasi di kabupaten setempat.
"Pasokan dan harga pangan di pasaran secara rutin di pantau," ujar Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten PPU, Tohar ketika ditanya langkah tim pengendalian inflasi daerah (TPID) menekan laju inflasi di Penajam, Sabtu.
"Pantauan rutin memastikan ketersediaan bahan pangan di pasaran, agar harga komoditas pokok dapat terjaga stabil," kata Ketua Pelaksana TPID Kabupaten PPPU itu.
Pihaknya melakukan kolaborasi dengan distributor dan ritel untuk mengatasi kekurangan bahan pangan di pasaran, melakukan pemantauan harga bahan pokok penting, gerakan pangan murah, hingga operasi pasar.
"Sejumlah langkah itu dilakukan karena inflasi masih dipengaruhi ketersediaan bahan pangan," katanya menjelaskan.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Penajam Paser Utara mencatat inflasi 2,10 persen pada April 2026, dan penyumbang inflasi dari komoditas tomat 0,29 persen, semangka 0,11 persen, bakso siap santap 0,08 persen, bawang merah 0,04 persen, serta minyak goreng 0,03 persen.
Sejumlah langkah dilakukan pemerintah kabupaten dapat menekan laju inflasi sepanjang 2026, kata Tohar, yang dicatat BPS kabupaten setempat, yakni 2,75 persen pada Januari 2026, 4,13 persen pada Februari 2026, dan 3,33 persen pada Maret 2026.
PPU pun secara rutin terus melakukan pantauan pasokan dan harga bahan pangan di pasaran, dan lainnya sebagai upaya menekan laju inflasi.
Pemerintah kabupaten melalui TIPD menjaga laju inflasi agar tetap terkendali di bawah standar inflasi nasional 2026 yang ditetapkan dalam rentang 1,5 persen hingga 3,5 persen (2,5 persen±1 persen), ujar Tohar.
Pewarta: Nyaman Bagus PurwaniawanEditor : M.Ghofar
COPYRIGHT © ANTARA 2026