Penajam Paser Utara (ANTARA) - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mengajak masyarakat menanam pohon di kawasan IKN guna mewujudkan calon ibu kota Indonesia yang dibangun di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), itu sebagai kota hutan.
"Kegiatan penanaman pohon akan terus digalakkan," ujar Kepala Otorita IKN (OIKN) Basuki Hadimuljono ketika ditanya mengenai menghijaukan IKN di Sepaku, Penajam Paser Utara, Sabtu.
"Penanaman pohon bagian dari gerakan kolektif menjadikan IKN sebagai kota hutan yang hidup, tumbuh, dan diwariskan untuk generasi mendatang," tambahnya.
Kegiatan menanam pohon, lanjutnya, diharapkan menjadi identitas dan budaya masyarakat IKN, sehingga IKN tidak hanya menghadirkan kota yang modern dan inklusif, tetapi juga lestari, sejuk, dan harmonis dengan alam.
Sedikitnya100 pohon terdiri dari 13 jenis tanaman, antara lain pohon buah-buahan dan kayu-kayuan yang dipilih untuk memperkaya keanekaragaman hayati, sekaligus memperkuat ekosistem hijau di kawasan inti IKN.
"Menanam pohon harus menjadi bagian dari budaya hidup masyarakat IKN," kata Basuki Hadimuljono.
OIKN komitmen menumbuhkan kehidupan dan menjadikan IKN sebagai kota hutan, melalui kegiatan penanaman pohon bersama masyarakat yang menjadi simbol keterikatan antara masyarakat dan ruang hidup yang sedang tumbuh di IKN.
Sebanyak 142 orang yang mendaftar melalui proses pendaftaran secara daring, bersama Otorita IKN melakukan penanaman pohon di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Plaza Yudikatif di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.
Peserta penanaman pohon tersebut berasal dari Balikpapan, Samarinda, hingga luar Pulau Kalimantan seperti Palembang, Medan, dan daerah lainnya
"Kami memiliki hobi menanam pohon dan tertarik pada kegiatan lingkungan, jadi ingin terlibat kegiatan penanaman pohon di IKN," jelas Edi Busrah, salah satu warga yang mendaftar secara daring sebagai peserta kegiatan penanaman pohon di IKN.
Sejumlah warga lainnya mengaku mendaftar sebagai peserta kegiatan penanaman pohon karena terdorong keinginan berkontribusi langsung dalam pembangunan hijau IKN.
