Banda Aceh (ANTARA) - Personel BKO Brimob Polda Kalimantan Timur (Kaltim) bersama Polres Lhokseumawe menuntaskan pembangunan jembatan darurat penghubung Desa Riseh Tunong–Dusun Cot Calang, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara yang kini sudah dapat dilalui masyarakat.
“Alhamdulillah, jembatan darurat yang dibangun Polri ini sudah dapat digunakan dan bisa dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat,” ujar Kapolres Lhokseumawe AKBP Ahzan, di Lhokseumawe, Senin.
Kapolres mengatakan, pembangunan jembatan ini merupakan langkah cepat Polri dalam memulihkan akses warga yang sempat terputus akibat kerusakan infrastruktur pascabencana banjir yang melanda Aceh.
Keberadaan jembatan darurat tersebut, kata dia, sangat membantu masyarakat dalam menunjang aktivitas sehari-hari, mulai dari mobilitas warga, distribusi kebutuhan pokok, hingga kelancaran kegiatan ekonomi dan sosial.
Setelah ini, AKBP Ahzan menegaskan, Polri juga telah menyiapkan langkah lanjutan dengan rencana pembangunan jembatan Bailey yang lebih kokoh sebagai solusi jangka menengah.
Baca juga: Wagub Kaltim salurkan bantuan Rp1 Miliar untuk Sumbar
“Ke depan, Polri akan membangun jembatan Bailey yang lebih kuat dan permanen. Lokasi pembangunan serta materialnya saat ini sudah disiapkan,” ujarnya.
Dirinya mengimbau, masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintasi jembatan darurat tersebut serta mematuhi aturan keselamatan, sembari menunggu pembangunan jembatan bailey rampung.
Dalam kesempatan ini, AKBP Ahzan mengapresiasi dedikasi dan kerja cepat 50 personel BKO Brimob Polda Kaltim dalam membantu masyarakat Aceh Utara. Apalagi, proses pembangunan jembatan darurat ini hanya berlangsung selama dua hari yakni sejak Sabtu-Minggu (24-25/1).
"Kami mengapresiasi langkah cepat dan sinergi personel Brimob BKO yang telah bekerja tanpa kenal lelah demi memulihkan akses warga yang terdampak banjir,” katanya.
Ia menambahkan, jembatan darurat tersebut sangat vital bagi masyarakat karena menjadi jalur utama penghubung antar desa, baik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun kebutuhan sosial lainnya.
“Dengan pulihnya akses ini, kami berharap aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal. Polri akan terus hadir dan berperan aktif dalam setiap upaya kemanusiaan demi membantu masyarakat yang membutuhkan,” kata AKBP Ahzan.
Baca juga: Kaltim Peduli salurkan Rp5,7 miliar ke Aceh, Sumbar dan Sumut
