Balikpapan (ANTARA) - Persiba Balikpapan yang berjuluk beruang madu meraih kemenangan atas pemuncak klasemen Barito Putera pada laga pekan ke17 mengembalikan semangat dan rasa percaya diri para penggawa Persiba Balikpapan. Takumu Nishihara dan kawan kawan menyebut hasil ini menjadi titik balik penting menjelang laga terakhir putaran kedua melawan Deltras dan putaran ketiga Liga 2 Pegadaian Championship yang segera bergulir.
“We will fight,” kata Takumu sambil tersenyum lebar usai pertandingan yang berakhir 1–0 untuk Persiba. Semangat serupa ditunjukkan Kodai Nagashima, Beni Okto, dan pencetak gol tunggal ke gawang Barito, Abdul Rahman.
Sebelum menghadapi Laskar Antasari, Persiba memang seperti beruang yang tengah berhibernasi alias tidur panjang musim dingin. Dari 11 pertandingan sebelumnya, si Beruang Madu hanya meraih hasil seri dan kalah. Deretan bintik merah bersilang pada klasemen menahan mereka di posisi kedelapan dan menekan moral tim.
“Tapi masih ada waktu, kita akan perbaiki,” ujar Pelatih Leonard Tupamahu dalam kesempatan terpisah.
Persiba akhirnya mengakhiri puasa kemenangan itu setelah menundukkan Barito Putera 1–0 di Stadion Batakan, Sabtu 24/1 malam. Gol Abdul Rahman pada menit ke18 menjadi pembeda dalam laga yang berlangsung dalam tempo sangat lambat sejak awal, tempo yang sedemikian rupa bisa dipaksakan Persiba atas arus liar deras serangan yang biasa ditampilkan Barito.
Gol Rahman lahir dari situasi bola mati. Wasit menghadiahkan tendangan bebas persis di depan gawang di luar kotak 16 setelah pemain Barito melakukan pelanggaran di depan kotak penalti. Abdul Rahman yang maju sebagai eksekutor melepaskan tendangan keras kaki kiri. Bola pun melayang di atas pagar para pemain Barito, dan menembus gawang di pojok kiri.
Kiper Satriatama melompat coba menghadang, namun hanya menangkap angin sebelum jatuh berguling. 1-0. Para pemain Persiba berlarian ke pojok tempat di mana para fotografer berkumpul mengabadikan momen.
Dalam kali ini Beruang Madu berbeda dari beberapa laga sebelumnya, Persiba tampil dengan pendekatan lebih sabar. Tim asuhan Leonard Tupamahu memilih mengatur tempo, menahan blok pertahanan di area sendiri, dan hanya melakukan pressing di separuh lapangan untuk memutus ritme permainan Barito.
Strategi itu efektif membuat Barito kesulitan mengembangkan permainan cepat yang menjadi ciri mereka. Setiap kali tim tamu mencoba mempercepat aliran bola, Persiba merespons dengan memperlambat ritme dan menjaga penguasaan bola di area aman.
Setelah unggul, Persiba semakin disiplin menjaga struktur pertahanan. Barito meningkatkan intensitas serangan pada babak kedua, namun beberapa peluang mereka masih bisa dipatahkan barisan belakang Persiba.
Kiper Persiba tampil solid dengan sejumlah penyelamatan penting, terutama saat Barito mencoba memanfaatkan bola mati dan umpan silang dari kedua sisi lapangan. Dominasi penguasaan bola Barito tidak berbuah gol karena penyelesaian akhir mereka kurang efektif.
Tambahan tiga poin ini cukup menguatkan posisi Persiba meski masih di papan bawah dalam persaingan meninggalkan zona degradasi. Sementara bagi Barito, kekalahan tersebut tidak mengubah posisi mereka di puncak klasemen karena pesaing terdekat, Persipura Jayapura, hanya bermain imbang pada laga lainnya.
Pewarta: Novi AbdiEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026