Tim SAR Gabungan telah melaksanakan pencarian dengan menyisir alur sungai dan memperluas area pencarian hingga radius dua kilometer dari lokasi kejadian
Balikpapan (ANTARA) - Pencarian terhadap Muhammad Helmi (35), warga RT 006 Desa Kerang, Kecamatan Batu Engau, Paser, memasuki hari kedua pada Selasa (20/1) dan belum membuahkan hasil. Helmi dilaporkan hilang setelah disambar buaya saat menjala udang di Sungai Sangkuranai pada Minggu (18/1).
Komandan Regu dari Kantor Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Balikpapan Dwi Adi Wibowo, mengatakan bahwa seluruh unsur SAR (Search and Rescue) yang ada dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian.
“Tim SAR Gabungan telah melaksanakan pencarian dengan menyisir alur sungai dan memperluas area pencarian hingga radius dua kilometer dari lokasi kejadian (LKP),” jelas Dwi Adi.
Ia menjelaskan bahwa tim menghadapi sejumlah kendala di lapangan, terutama keberadaan buaya yang masih terlihat di sekitar lokasi serta kondisi arus sungai yang berubah-ubah. Faktor tersebut membuat tim harus berhati-hati dalam setiap pergerakan.
“Kami tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel mengingat adanya ancaman buaya. Namun demikian, operasi SAR tetap dilaksanakan secara maksimal sesuai rencana operasi,” kata Dwi.
Sebelumnya, dilaporkan oleh rekan korban, pada pukul 14.30 WITA Minggu 18/1, di tepi Sungai Sangkuranai tersebut, ia mendengar teriakan, dan kemudian melihat Helmi yang sedang mengumpulkan udang hasil tangkapannya diseret ke sungai oleh buaya.
Rekan korban itu kemudian melaporkan kejadiannya ke Polsek Batu Engau. Warga bersama polisi segera turun melakukan pencarian. Hingga malam hari, korban belum ditemukan. Laporan resmi baru diterima Kantor Basarnas Balikpapan pada pukul 20.55 WITA.
Koordinasi segera dilakukan dan pukul 21.10 tim rescue sudah bergerak menuju lokasi. Perjalanan menuju wilayah Batu Engau, lebih kurang 170 km barat daya Balikpapan, memakan waktu 5 jam 40 menit sebelum tim bergabung dengan unsur SAR setempat.
Pada hari kedua, Tim SAR Gabungan melanjutkan pencarian dengan menyisir alur Sungai Sangkuranai menggunakan perahu karet dan perahu nelayan. Area pencarian diperluas hingga radius dua kilometer dari titik lokasi kejadian sesuai rencana operasi.
Hingga Selasa sore, operasi pencarian masih terus dilanjutkan oleh Tim SAR Gabungan dengan dukungan warga dan aparat setempat. Basarnas Balikpapan menyatakan pencarian akan diteruskan hingga korban ditemukan atau sesuai ketentuan operasi SAR.
Pewarta: Novi AbdiEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026