Samarinda (ANTARA) - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kalimantan Timur mencatat kunjungan layanan digital mendominasi akses perpustakaan tersebut, berkaca dari data sepanjang tahun 2025.
"Tingginya angka kunjungan daring yang mencapai 53.162 akses menunjukkan keberhasilan transformasi digital dalam memudahkan masyarakat mengakses ribuan koleksi buku tanpa batasan ruang dan waktu," kata Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca (P3KM) DPK Kaltim Hana Iriana di Samarinda, Rabu.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Provinsi Kalimantan Timur secara resmi merilis rekapitulasi data pengunjung yang mencapai total 89.628 orang dalam satu tahun terakhir.
Tren menarik muncul dari perbandingan data, di mana akses berbasis digital jauh lebih diminati masyarakat dibandingkan dengan kehadiran fisik yang mencatatkan angka 36.466 pengunjung.
Kontribusi terbesar layanan online berasal dari akses situs web resmi DPKD sebanyak 21.683 akses, disusul aplikasi Buncu Baca dan Pustaka Borneo.
"Pada kategori kunjungan fisik, kalangan mahasiswa menjadi kelompok paling dominan dengan total 9.544 orang yang didominasi oleh perempuan," papar Hana.
Data DPK Kaltim menunjukkan bahwa pengunjung perempuan di level mahasiswa jumlahnya mencapai dua kali lipat lebih banyak dibandingkan laki-laki dalam memanfaatkan fasilitas perpustakaan.
Pada Maret tercatat sebagai puncak keramaian kunjungan fisik tertinggi, sementara bulan Januari menjadi periode dengan tingkat kunjungan paling rendah.
Selain data kunjungan, laporan tahunan tersebut mengungkap bahwa minat baca masyarakat terkonsentrasi pada kategori bacaan anak dan literatur sejarah.
Buku berjudul "Aib" terbitan Jalasutra menjadi koleksi yang paling banyak dipinjam oleh pemustaka, diikuti karya bertema sejarah karya N.H. Atmoko.
Kehadiran buku-buku edukatif seperti seri Kidzpedia menunjukkan bahwa perpustakaan masih menjadi rujukan utama bagi orang tua dalam mencari sumber belajar bagi anak-anak.
"Kami berkomitmen untuk terus memperbarui koleksi yang relevan guna mendukung penguatan literasi sejak dini di Kalimantan Timur," demikian Hana.
