Samarinda (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Timur menyiapkan uang tunai sebesar Rp2,18 triliun guna memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) 2026,melalui program Serambi (Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri ) dengan mengusung tema “Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah.”
Kepala Perwakilan BI Kaltim, Jajang Hermawan, di Samarinda, Selasa, menjelaskan bahwa penyediaan uang layak edar (ULE) ini merupakan langkah antisipasi terhadap lonjakan kebutuhan uang kartal yang biasanya mencapai 20 persen dari total kebutuhan tahunan.
“Jumlah yang kami siapkan tahun ini meningkat 19,13 persen (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Jajang.
Secara nasional, Bank Indonesia mengalokasikan uang layak edar sebesar Rp185,6 triliun. Program ini merupakan implementasi UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang untuk menjamin ketersediaan uang yang cukup, pecahan yang sesuai, tepat waktu, serta terjamin keasliannya.
Baca juga: BI Kaltim: Transaksi nontunai capai Rp191,67 triliun didominasi APMK
Menurut Jajang, layanan penukaran uang di Kalimantan Timur akan berlangsung mulai 18 Februari hingga 15 Maret 2026 di tujuh kabupaten/kota.
BI bekerja sama dengan perbankan menyediakan akses melalui, Penukaran Ritel melalui sejumlah masjid di Samarinda,,Layanan Terpadu ada si Gedung Pramuka Samarinda dan Kantor Perbankan berada 35 titik kantor bank yang telah ditunjuk.
Bagi masyarakat yang ingin menukar uang, lanjut Jajang, wajib mendaftar secara daring melalui aplikasi atau situs PINTAR. Kuota pendaftaran untuk wilayah Kalimantan dibuka dalam dua tahap. Tahap I pada 14 Februari 2026 (pukul 08.00 WIB), dan tahap II pada 27 Februari 2026 (pukul 08.00 WIB). Batas maksimal penukaran ditetapkan sebesar Rp5,3 juta per orang dalam satu paket.
Melalui Serambi 2026, BI juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan semangat Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Hal ini dilakukan dengan mengenali keaslian uang melalui metode 3D (dilihat, diraba, diterawang) serta merawat uang fisik dengan prinsip 5J (Jangan dilipat, dicoret, diremas, distapler, dan dibasahi).
Jajang turut mengapresiasi sinergi perbankan dan mitra kerja di Kaltim dalam memastikan distribusi uang rupiah berjalan lancar, tertib, dan tepat sasaran selama momentum hari besar keagamaan ini.
Baca juga: BI optimis proyek IKN dongkrak pertumbuhan ekonomi Kaltim
Pewarta: ArumantoEditor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026