Tren kenaikan produksi perikanan tangkap kita terbilang cukup stabil pada kisaran tiga persen per tahun, yakni dari angka 214.694 ton pada 2024 menjadi sekitar 218.397,9 ton pada 2025
Samarinda (ANTARA) - Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Timur memastikan penerapan penangkapan ikan yang ramah lingkungan kepada para nelayan, dengan mencapai produksi perikanan tangkap menembus angka 218 ribu ton per tahun.
"Tren kenaikan produksi perikanan tangkap kita terbilang cukup stabil pada kisaran tiga persen per tahun, yakni dari angka 214.694 ton pada 2024 menjadi sekitar 218.397,9 ton pada 2025," kata Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Kaltim Petrijansah Noor di Samarinda, Selasa.
Pemerintah daerah terus berupaya untuk meningkatkan angka produksi laut setiap tahunnya melalui pendekatan berupa pembinaan khusus serta pendampingan intensif kepada kelompok nelayan lokal dengan pendekatan berkelanjutan.
Petri menjelaskan, seluruh kelompok nelayan difasilitasi oleh pemerintah dengan beragam bantuan sarana usaha perikanan tangkap demi mengoptimalkan potensi kekayaan laut Kalimantan Timur.
Bantuan sarana pendukung usaha yang disalurkan langsung kepada nelayan tersebut meliputi pengadaan mesin diesel, beragam jenis jaring tangkap, sarana pancing, hingga alat pelacak keberadaan ikan berteknologi mutakhir.
Adapun jenis produksi perikanan tangkap yang dicatat oleh dinas terkait sepanjang waktu tersebut sebagian besar terdiri dari komoditas ikan layang, tongkol, kakap, kerapu, teri, hingga ikan sarden.
Panen hasil laut tidak hanya sekadar mampu memenuhi seluruh tingkat kebutuhan dasar konsumsi domestik harian bagi warga masyarakat di sekitar wilayah provinsi tersebut.
Pengelolaan sektor tangkapan laut ini turut membuktikan bahwa surplus pasokan ikan laut segar kini juga dapat dikelola secara sangat maksimal untuk memenuhi tingginya permintaan pasar komoditas ekspor ke mancanegara.
Selain memiliki tujuan utama mendongkrak kuantitas hasil produksi perikanan secara berkesinambungan, pemerintah daerah juga gencar mengedukasi para nelayan tradisional mengenai pentingnya menjaga penerapan metode penangkapan ikan laut secara ramah lingkungan.
"Program edukasi mengenai penangkapan ikan ramah lingkungan ini menjaga kelestarian laut agar ekosistem perairan tetap sehat dan aman dari praktik ilegal," ungkap Petri.
Pewarta: Ahmad RifandiEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026