Jakarta (ANTARA) - Menteri Koperasi Ferry Juliantono meresmikan layanan pusat panggilan (call center) sebagai wadah bagi masyarakat dan anggota koperasi untuk menyampaikan pertanyaan maupun pengaduan mengenai permasalahan koperasi, termasuk koperasi desa/kelurahan (kopdes) merah putih.
"Call center sebagai bagian dari tanggung jawab kami untuk menyediakan layanan, menjawab pertanyaan, maupun menindaklanjuti pengaduan masyarakat, baik yang menyangkut masalah koperasi pada umumnya maupun khususnya kopdes merah putih," kata Ferry dalam peresmian call center di Jakarta, Rabu.
Ia menjelaskan seluruh pengaduan yang masuk akan ditindaklanjuti oleh tim khusus yang bertugas memberikan respons balik kepada masyarakat atau koperasi.
Menurut Ferry, selama ini banyak anggota koperasi, terutama koperasi simpan pinjam, yang menyampaikan keluhan secara manual melalui surat maupun pesan WhatsApp.
Permasalahan yang kerap ditanyakan, antara lain kendala administrasi dan operasional koperasi simpan pinjam, pertanyaan terkait lahan dan proses pengelolaan kopdes merah putih, serta hambatan teknis maupun regulasi yang dihadapi koperasi di tingkat desa dan kelurahan.
Ferry menambahkan call center tersebut nantinya akan terintegrasi dengan Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simkopdes) yang sudah dibangun sebelumnya.
Baca juga: Koperasi Merah Putih di Kukar buka usaha penyewaan mobil
Pewarta: Shofi AyudianaEditor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026